Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Belum Lepas dari Resesi, Ekonom Proyeksi Ekonomi Kuartal IV Minus 2 Persen

Asian Development Bank (ADB) dalam rilis terbarunya memperkirakan kontraksi ekonomi akan berlanjut di kuartal IV/2020, sehingga secara keseluruhan tahun 2020 diperkirakan ekonomi Indonesia -2,2 persen.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 10 Desember 2020  |  19:23 WIB
Logo Asian Development Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (8/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Logo Asian Development Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (8/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonomi Indonesia pada kuartal IV/2020 diproyeksikan masih akan berada dalam level kontraksi.

Asian Development Bank (ADB) dalam rilis terbarunya memperkirakan kontraksi ekonomi akan berlanjut di kuartal IV/2020, sehingga secara keseluruhan tahun 2020 diperkirakan ekonomi Indonesia -2,2 persen.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan ekonomi pada kuartal IV/2020 akan terkontraksi pada kisaran -2 hingga -1 persen.

Menurutnya, momentum Pilkada serentak yang diadakan pada Desember ini juga tidak akan banyak mengungkit perekonomian, dikarenakan berbagai pembatasan aturan kampanye akibat pandemi Covid-19.

Padahal seharusnya pemilihan umum bisa memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, yang bersumber dari peningkatan konsumsi lembaga nonprofit rumah tangga (LNPRT) yang memiliki spillover effect kepada sektor konsumsi masyarakat.

Adanya berbagai pembatasan seperti tidak diperbolehkannya kerumunan dalam kampanye dan juga kampanye terbuka, membuat limpahan kepada sektor konsumsi masyarakat diperkirakan cenderung terbatas.

"Keterbatasan dampak dari Pilkada kepada perekonomian daerah pada akhirnya belum mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal IV/2020," katanya kepada Bisnis, Kamis (10/12/2020).

Senada, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad memperkirakan ekonomi kuartal IV akan tumbuh negatif 2 persen.

Menurutnya, ekonomi Indonesia memang telah kehilangan momentum pertumbuhan, yang seharusnya pada kuartal III/2020 ekonomi bisa tumbuh dua digit secara kuartalan. "Indef perkirakan -2 persen karena momentum pertumbuhannya sudah hilang, seharusnya di kuartal III/2020," jelasnya.

Dia menilai efek berganda dari Pilkada serentak tahun ini pun tidak akan banyak berdampak pada pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2020.

Selain anggaran yang ditetapkan tidak besar, aktivitas seperti kampanye juga terbatasi karena adanya pandemi Covid-19 sehingga dampak kepada konsumsi, khususnya untuk sektor lembaga non profit rumah tangga (LNPRT) menjadi terbatas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi ADB asian development bank Covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top