Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Properti di Sejumlah Daerah Ini Masih Bergerak

Kondisi proyek properti setiap daerah berbeda karena bergantung pada makroekonomi.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  07:04 WIB
Pengerjaan proyek apartemen. - Ilustrasi
Pengerjaan proyek apartemen. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Di tengah masa transisi ke era kenormalan baru, pengembang properti di sejumlah daerah masih tetap melanjutkan pembangunan proyek mereka.

Wakil Ketua Umum Koordinator DPP Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Bidang Tata Ruang, Pengembangan Kawasan, dan Properti Ramah Lingkungan Hari Ganie menuturkan bahwa untuk wilayah seperti Jawa Timur, Sumatra Utara dan Jabodetabek pembangunan properti tetap berjalan meskipun secara perlahan.

Menurutnya, kondisi proyek properti setiap daerah ini berbeda karena bergantung pada makroekonomi.

"Proyeknya tergantung kondisi makroekonomi daerah setempat. Seperti Bali karena ekonominya mengandalkan pariwisata yang kondisi turun banget maka proyek properti di sana baik hotel, mal, rumah ya, tidak berjalan lancar saat ini. Berat memang," ujarnya kepada Bisnis, Senin (20/7/2020).

Namun, untuk Surabaya meskipun sebagai zona hitam, pembangunan proyek properti di Surabaya tetap berjalan.

"Surabaya daya beli upper class kuat karena pengusaha [di wilayah] Indonesia [bagian] timur pada berinvestasi di Surabaya. Jadi, proyek properti masih berjalan meskipun zona hitam," kata Hari.

Untuk di Sumatra Utara maupun daerah lain, proyek propeerti yang berjalan yakni pembangunan rumah di bawah Rp300 juta atau rumah subsidi karena memang dibutuhkan oleh konsumen yang memerlukan atau end user.

"Jadi, memang bank-bank tetap memberi KPR [kredit pemilikan rumah] ke pegawai swasta. Kalau, misalnya, perusahaan tempat pegawai ini bekerja kuat, enggak ada PHK, bank mudah memberikan KPR saat ini karena mereka butuh kreditnya berjalan," ucapnya.

Pembangunan properti di wilayah Jabodetabek juga tetap berjalan. Hal itu ujar Hari, dibuktikan dengan banyaknya rumah yang diluncurkan untuk kalangan milenial di bawah Rp700 juta. Selain itu rumah-rumah subsidi juga masih diminati meski di tengah Pandemi.

"Untuk pusat perbelanjaan juga banyak mal yang di-launching, contohnya, di Sawangan. Jadi, ya tetap berjalan. Cuma memang saat ini kebutuhan rumah bukan investor ya, tetapi end user yang pasangan baru menikah," tutur Hari.

Ketua Umum REI Paulus Totok Lusida menuturkan bahwa untuk proyek pembangunan properti saat ini memang secara perlahan berpogress mengikuti permintaan yang ada.

 "Untuk hunian di atas Rp1 miliar memang pembangunannya perlahan, naiknya pelan-pelan ngikutin demand. Untuk proyek mal dan hotel ya, masih berjalan sambil menunggu pulihnya tingkat hunian dan keterisian," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek properti rei
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top