Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Triniti Dinamik Incar Marketing Sales Rp1 Triliun dari The Smith

Realisasi penjualan saat ini telah tercapai untuk unit SOHO sebesar lebih dari 90 persen, residence sebesar 80 persen, dan untuk office sebesar 70 persen.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 30 Mei 2021  |  20:07 WIB
Direktur dan founder Triniti Dinamik Bong Chandra, Presiden Direktur Triniti Dinamik Samuel S. Huang, dan Komisaris Utama Triniti Dinamik Heriyanto Tandra (dari kiri ke kanan) dalam soft opening The Smith di Alam Sutera Tangerang pada Minggu (30/5/2021)./Bisnis.com - Yanita Petriela
Direktur dan founder Triniti Dinamik Bong Chandra, Presiden Direktur Triniti Dinamik Samuel S. Huang, dan Komisaris Utama Triniti Dinamik Heriyanto Tandra (dari kiri ke kanan) dalam soft opening The Smith di Alam Sutera Tangerang pada Minggu (30/5/2021)./Bisnis.com - Yanita Petriela

Bisnis.com, TANGERANG – PT Triniti Dinamik Group menargetkan dapat meraup sebesar Rp1,1 triliun dari prapenjualan atu marketing sales The Smith Office, Soho, dan Residence di kawasan Alam Sutera Tangerang. 

Founder PT Triniti Dinamik Group Bong Chandra mengatakan perusahaan telah menyelesaikan pembangunan proyek terbarunya, The Smith Office, Soho, dan Residence. 

Pandemi Covid-19 tidak menghalangi komitmen Triniti Dinamik untuk menyelesaikan proyek The Smith sesuai target. 

Menurutnya, The Smith mencatat kinerja penjualan yang memuaskan pada kuartal IV tahun 2019 yang saat itu terjual 75 persen dan terus berlanjut pada periode kuartal IV tahun 2020 dan kuartal I tahun 2021.

"Kami bisa memenuhi komitmen, bahkan disaat pandemi covid-19. Biasanya Covid-19 jadi force majeure tetapi kami tidak ingin menjadikan itu sebagai alasan sehingga kami tetap menyelesaikan," ujarnya dalam Opening Grand Lobby The Smith, Minggu (30/5/2021). 

Menurutnya, penjualan The Smith pada periode awal tahun ini juga tak lepas dari dorongan stimulus pemerintah yakni down payment (DP) 0 persen dan insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah. 

"Dukungan pemerintah sangat bagus untuk kondisi sekarang. Insentif PPN hanya berlaku untuk unit ready stock, kami bersyukur pembangunan bisa tepat waktu," katanya. 

The Smith memiliki 652 unit yang terdiri dari 112 unit kantor (office), 100 unit Small Office Home Office (SOHO) dan 440 unit residential.

Bong mengungkapkan proyek The Smith ini dibangun dengan total investasi sekitar Rp700 miliar. 

Perusahaan menargetkan marketing sales dari penjualan The Smith mencapai Rp1,1 tiliun. Hingga kini, realisasi marketing sales The Smith mencapai Rp800 miliar. 

Adapun realisasi penjualan saat ini telah tercapai untuk unit SOHO sebesar lebih dari 90 persen, residence sebesar 80 persen dan untuk office sebesar 70 persen. 

Dia meyakini setelah dilakukan soft opening ini, unit residensial, SOHO dan office akan habis terjual. 

"Untuk unit office ini keputusannya dari korporasi, residential dan SOHO individual, kalau suka mereka langsung beli. Korporasi tidak terbiasa beli office yang masih indent. Tapi setelah soft opening unit saya pikir dalam waktu singkat korporasi bisa mengambil keputusan untuk membeli," terangnya.

Dia menuturkan operasional The Smith akan dilakukan secara bertahap dimana akan dimulai pada pembukaan office lower ground (LG) terlebih dahulu dan dilanjutkan dalam 2 bulan ke depan pembukaan SOHO dan residensial yang akan dilakukan pada tahun ini. 

Mengusung konsep bangunan mixed used, The Smith mengincar pasar milenial dan juga ditujukan sebagai tempat untuk pengembangan start up company.

"Kami melihat start up bukan lagi sesuatu yang dipandang sebelah mata. Triniti Dinamik memiliki visi dengan konsep home of start up," ucap Bong. 

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Triniti Dinamik Group Samuel Stepanus Huang menuturkan kehadiran The Smith diharapkan memberikan solusi yang tepat bagi para perusahaan start up yang berkaitan dengan kemajuan teknologi. 

Hal ini sesuai dengan program pemerintah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo terhadap pengembangan start up company.

"The Smith dikonsep sebagai rumah pelaku bisnis start up company seperti Silicon Valley di Amerika. Salah satunya fasilitas VIP yang turut mendukung adalah ketersediaan satu lantai, khusus untuk bisnis center dan bekerja sama dengan Go Work," ujarnya. 

The Smith dirancang khusus oleh arsitek Polandia yang berkantor pusat di Singapura. 

Arsitek ini mengembangkan konsep yang fokus pada teknologi desain yang minimalis, hightech, modern disertai perpaduan warna milenial yang diharapkan mampu memenuhi keperluan perusahaan-perusahaan start up yang modern dan kekinian.

Sejumlah fasilitas umum yang disediakan untuk para penghuninya, termasuk kolam renang, fitness centre, sky lounge, gaming room dan satu lantai, khusus dipersiapkan untuk coworking space.

CEO Triniti Land Ishak Chandra menuturkan The Smith merupakan salah satu proyek kebanggaan Trinti Dinamik Group. 

“Sinergi erat yang tercipta dari hubungan antar group company Triniti Land dan Triniti Dinamik Group  merupakan kondisi yang sangat positif untuk kemajuan berkelanjutan, sustainable growth,” tuturnya.

The Smith merupakan bangunan mixed used pertama di dalam kawasan Alam Sutera yang mengusung konsep 3.0, yaitu status, profesional dan community. 

Setiap tenant perkantoran memiliki status yang prestisius karena dapat menampilkan video profile perusahaannya di giant LED yang tersedia di Grand Lobby. 

Selain itu, satu lantai khusus yang tersedia bagi para pemilik VIP pass dapat menikmati co-working space, yang menyediakan reseptionis, ruang meeting yang dilengkapi dengan proyektor, smart TV, white board dan perlengkapan kantor lainnya, serta conference room dan auditorium. 

Selain dibangun oleh kontraktor utama ternama di Indonesia, Total Bangun Persada, The Smith juga memilih material premium seperti sanitair dari Kohler, lift dari Kone, marmer Itali dari Fagetti, Facade dari YKK AP, premium kitchen set dengan top table dari Homarkindo.

Setelah seluruh pembangunan diselesaikan dan diserahterimakan maka pengelolaan gedung akan diserahkan kepada JLL (Jones Lang LaSelle). Perusahaan yang telah dinobatkan sebagai World Best Property Management di London beberapa saat lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek properti marketing sales
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top