Penerbangan Disetop, Hubungan Indonesia-China Diharapkan Tetap Lancar

kebijakan penundaan penerbangan tersebut diputuskan dengan hati-hati dan disesuaikan dengan rekomendasi WHO.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  11:21 WIB
Penerbangan Disetop, Hubungan Indonesia-China Diharapkan Tetap Lancar
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping (kedua kanan) menyaksikan penandatanganan perjanjian fasilitasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung oleh Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan dan Direktur Utama Bank Pembangunan Nasional China Hu Huaibang, di Gedung Great Hall of the People, Beijing, China, Minggu (14/5). - Antara/Bayu Prasetyo

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian perhubungan mengharapkan bahwa langkah penghentian sementara jadwal penerbangan dari dan menuju China tak mengganggu hubungan diantara kedua negara. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kebijakan penundaan penerbangan tersebut diputuskan dengan hati-hati dan disesuaikan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Jadi kami tidak perlu merasa khawatir ya, karena dilakukan dengan hati-hati. Bahkan kami memastikan bahwa yang namanya konektivitas logistik tetap dijalankan," ujar Budi, Kamis (6/2/2020).

Sebelumnya, Duta Besar China untuk wilayah Indonesia Xiao Qian mengungkapkan telah melihat ada berita pemerintah Indonesia akan menghentikan impor untuk mencegah virus corona masuk ke Tanah Air.

Pihaknya memberikan perhatian atas tindakan itu. Menurutnya, hingga sekarang belum ada bukti bahwa virus corona bisa ditularkan lewat barang. 

Xiao Qian mengatakan reaksi yang berlebihan akan berpotensi menimbulkan dampak negatif, terutama terhadap hubungan perdagangan antara Indonesia dan China ke depannya.

Menurutnya, hubungan Indonesia dan China yang sudah harmonis selama ini jangan sampai dirusak oleh tindakan yang berlebihan dan tidak rasional. 

Tidak hanya itu, Xiao Qian menambahkan jika Indonesia terus menerapkan pelarangan, baik terhadap produk impor ataupun turis, maka hal itu juga bisa merugikan Indonesia secara ekonomi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, kementerian perhubungan, maskapai penerbangan, virus corona

Editor : Fitri Sartina Dewi
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top