Menhub Ingin 60 Persen Warga Jabodetabek Gunakan Angkutan Massal

Saat ini pengguna angkutan umum tercatat masih 32 persen dari total pergerakan pada 2018 yang mencapai 88 juta pergerakan penumpang.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  10:54 WIB
Menhub Ingin 60 Persen Warga Jabodetabek Gunakan Angkutan Massal
Warga menggunakan kereta MRT pada hari terakhir periode gratis di Stasiun MRT Blok M, Jakarta, Minggu (31/3/2019). PT MRT Jakarta optimis mampu mengangkut penumpang sebanyak 65 ribu orang per hari saat mulai beroperasi secara komersil pada Senin (1/4/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ingin persentase pengguna angkutan umum di Jabodetabek bisa seperti di Jepang dan Singapura yang mencapai hingga 60 persen.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan saat ini pengguna angkutan umum tercatat masih 32 persen dari 88 juta pergerakan penumpang pada 2018.

"Kami memang masih melihat bahwa jumlah pengguna angkutan umum di Jakarta masih belum banyak, tercatat masih 32 persen. Sementara negara-negara maju seperti Singapura dan Jepang itu 50- 60 persen, tentu itu harapan kita menjadi satu tujuan," jelasnya saat membuka Rakor Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ), Selasa (4/2/2020).

Menurutnya, konektivitas antara Jakarta dengan kota penyangga menjadi suatu hal penting. Dengan demikian, angkutan massal menjadi suatu keniscayaan dan pengembangannya pun mesti dipikirkan lebih jauh.

Pihaknya berpendapat hal terpenting dalam pengembangan angkutan massal tersebut adalah berupaya mengikutsertakan lebih banyak pihak swasta dalam pendanaan.

"Kami sudah mencoba mengajak keterlibatan swasta di Sulawesi Selatan di mana Makassar, Pare-Pare sudah melibatkan swasta, ada suatu koordinasi dana swasta dan pemerintah. Banyak cara dan nanti ada pola-pola yang bisa dikembangkan di Jabodetabek," urainya.

Dia meminta agar upaya pengembangan transportasi massal tersebut tidak hanya dipikirkan oleh pemerintah pusat. Pemerintah daerah dimintanya berperan aktif untuk turut berpikir melibatkan pihak swasta.

"Hendaknya kita memajukan program transportasi dari daerah-daerah dengan RITJ dengan apa yang sudah direncanakan supaya transportasi lebih lancar, lebih efektif, efisien, aman dan selamat nyaman terjangkau dan memberikan petunjuk dengan baik. Kita tidak boleh menyiakan waktu karena makin hari tantangan makin besar," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
angkutan massal, Kemenhub

Editor : Rio Sandy Pradana
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top