Tol Trans-Sumatra Jadi Pemikat Penjualan Tanah Kaveling, Segini Harganya

Di Jalan Terusan Ryacudu, Kabupaten Lampung Selatan, beberapa reklame penjualan tanah terlihat di sejumlah titik.
Rivki Maulana & Ropesta Sitorus
Rivki Maulana & Ropesta Sitorus - Bisnis.com 13 September 2019  |  06:30 WIB
Tol Trans-Sumatra Jadi Pemikat Penjualan Tanah Kaveling, Segini Harganya
Foto aerial gerbang tol Kota Baru di ruas jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar. Keberadaan jalan tol Trans-Sumatra mendongkrak kenaikan harga lahan di sekitarnya. - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, PALEMBANG — Keberadaan jalan tol Trans-Sumatra turut mengungkit geliat sektor real estat di kawasan sekitar yang dilalui jalan bebas hambatan tersebut. Penawaran tanah kaveling di dekat akses jalan tol pun lumayan marak.

Berdasarkan pantauan Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019 di Jalan Terusan Ryacudu, Kabupaten Lampung Selatan, beberapa reklame penjualan tanah terlihat di sejumlah titik.

Di laman lokapasar olx.co.id, tanah kaveling juga ditawarkan di sejumlah wilayah akses tol lain, seperti Kalianda, Bakauheni, dan Lematang. Kalimat "dekat dengan akses tol" menjadi kalimat pemikat di setiap iklan penjualan tanah. Embel-embel "5 menit dari pintu tol" juga memperkuat penawaran dari iklan-iklan tersebut.

Luas tanah yang ditawarkan beragam, mulai 120 meter persegi hingga 2 hektare. Harga per meter perseginya pun bervariasi mulai dari Rp347.000 sampai dengan Rp650.000. Dengan kata lain, harga tanah kaveling untuk setiap meter persegi masih dibanderol dengan harga di bawah Rp1 juta.

Sejauh ini, lahan di sekitar akses tol dalam pengamatan Bisnis memang belum tergarap secara masif. Misalnya, di sekitar gerbang tol Kota Baru, tanah kaveling terhampar luas sejauh mata memandang. Saat ini, di sekitar gerbang tol baru berdiri Institut Teknologi Sumatera atau Itera.

Kepala Bagian Operasional Jalan Tol Bakauheni—Terbanggi Besar Hery Prasetyo mengakui keberadaan jalan tol akan berdampak langsung terhadap pengembangan kawasan, termasuk jual beli tanah.

"Di dekat gerbang tol Kota Baru ini, misalnya, sudah dikembangkan kawasan kota baru untuk pusat pemerintahan dan setelah ada jalan tol akan dilanjutkan," jelasnya kepada Tim Jelajah, Kamis (12/9/2019).

GT KOTA BARU

Dalam catatan Bisnis, pengembangan kota baru di Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan telah dimulai sejak 2013 pada era kepemimpinan Gubernur Sjachroedin Z.P.

Luas area pengembangan mencapai 1.580 hektare dengan 450 hektare di antaranya digunakan untuk kawaan perkantoran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga tanah, trans-sumatra, Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top