META Tuntaskan Studi Tol Cikunir-Ulujami

META bakal menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 65 persen, dan pihak lain yang turut berpartisipasi antara lain PT Triputra Utama Selaras, PT Acset Indonusa Tbk., dan PT Adhi Karya Tbk.
Rivki Maulana | 27 Mei 2019 14:17 WIB
ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Nusantara Infrastucture Tbk. (kode emiten META) menargetkan studi kelayakan proyek jalan tol layang Cikunir-Ulujami bisa selesai tahun ini. Proyek ini bakal dibangun di atas jalan tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) sisi Selatan.

Direktur Utama META, M. Ramdani Basri mengatakan perseroan telah mendapat izin prinsip untuk menyusun studi kelayakan dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Persetujuan studi merupakan satu tahap yang harus ditempuh insiator sebelum mendapatkan izin prakarsa pembangunan jalan tol.

Persetujuan prakarsa selanjutnya akan berlanjut pada tahap pelalangan investasi yang mana kans pemrakarsa untuk memenangi lelang amat besar. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pemrakarsa memilki keistimewaan dalam proses pelelangan, antara lain hak menyamakan penawaran atau right to match.

"FS [feasibility study] nya pasti selesai tahun ini. Selanjutnya lelang kalau sudah dapat prakarsa. Ini nilainya kan gede, logikanya siapa yang mau lawan [dalam proses pelelangan]," jelas Ramdani di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Ramdani, pihaknya bakal menggandeng sejumlah mitra untuk membangun jalan sepanjang 28,86 kilometer ini. META, lanjutnya bakal menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 65 persen. Sementara itu, pihak lain yang turut berpartisipasi antara lain PT Triputra Utama Selaras, PT Acset Indonusa Tbk., dan PT Adhi Karya Tbk.

Sebelumnya META sudah mendapat komitmen dari calon penyandang dana untuk mendanai proyek senilai Rp22,5 triliun ini. PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF), yang juga pemilik 10 persen saham META bakal memberikan beberapa alternatif skema pembiayaan jika konsorsium telah mendapat persetujuan prakarsa dari Kementerian PUPR.

Ramdani mengimbuhkan, studi kelayakan proyek jalan tol layang Cikunir-Ulujami bakal disusun secara cermat karena memiliki kompleksitas yang tinggi. Selain dibangun di atas jalan yang sedang beroperasi, jalan tol layang juga akan bersinggungan dengan jalur kereta moda raya terpadu (MRT). "Jadi nanti ada yang di bawah, ada yang naik. Medannya beda-beda," tuturnya.

Di sisi lain, META juga berminat untuk mengakuisisi jalan tol yang sudah beroperasi. Ramdani menuturkan, META bakal fokus untuk mengambil alih jalan tol di wilayah perkotaan.

Tahun lalu, META telah menambah kepemilikan saham di PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) menjadi 35 persen. JLB merupakan pemegang konsesi ruas Kebon Jeruk - Penjaringan yang merupakan bagian dari jalan tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ringroad.di PT Jakarta Lingkar B.

"Kita tentu berminat [untuk akusisi], tapi kami juga akan lihat lagi, berapa harganya," ujarnya.

Secara keseluruhan, META saat ini memiliki andil di empat ruas tol yang sudah beroperasi melalui empat entitas berbeda. Keempat ruas itu yakni Pondok Aren-Serpong (7,28 kilometer), Kebon Jeruk-Penjaringan (9,57 kilometer), Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar-AP Pettarani (5,95 kilometer), dan Jalan Tol Seksi Empat di Makassar (11,57 kilometer).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nusantara infrastructure, proyek tol, meta

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top