Konsumsi Jemaah Haji Agar Diwajibkan Pakai Patin Indonesia

Tahun ini sejumlah pengusaha patin di bawah naungan APCI akan merealisasikan ekspor patin untuk kebutuhan jamaah haji. Berdasarkan perhitungan, untuk 220.000 jamaah haji dibutuhkan setidaknya 540 ton patin, baik dalam bentuk fillet dan portion steak.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 25 April 2019  |  11:50 WIB
Konsumsi Jemaah Haji Agar Diwajibkan Pakai Patin Indonesia
Ikan patin - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI) meminta agar pemerintah bisa turun tangan mewajibkan penggunaan produk patin asal Indonesia sebagai konsumsi jamaah haji Asal Indonesia di Arab Saudi.

Ketua Bidang Budidaya APCI Imza menyebutkan dalam diskusi dengan Muasasah, (pihak yang bertanggung jawab untuk melayani berbagai kebutuhan jamaah haji), kewajiban menggunakan atau mendatangkan bahan konsumsi dari negara asal jamaah haji memang dimungkinkan.

"Jadi waktu saya kemarin ketemu sama Muasasah, [mereka menyampaikan] kalau pemerintah Anda memberikan kewajiban bahwa itu harus berasal dari Indonesia dalam bentuk semacam surat atau apapun, kita akan menjalankan," ujarnya, Rabu (24/4/2019).

Dengan adanya aturan wajib ini, diharapkan Indonesia setidaknya bisa terus memasok kebutuhan patin untuk konsumsi jamaah haji Indonesia.

Seperti diketahui, tahun ini sejumlah pengusaha patin di bawah naungan APCI akan merealisasikan ekspor patin untuk kebutuhan jamaah haji. Berdasarkan perhitungan, untuk 220.000 jamaah haji dibutuhkan setidaknya 540 ton patin, baik dalam bentuk fillet dan portion.

"Ini juga bisa mendatangkan devisa. Kalau ada kebijakan mandatory Jamaah Haji Indonesia harus makan pangasius Indonesia, itu luar biasa multiplier efeknya," ujar Imza.

Ketua Bidang Industri APCI Sudiarso sebelumnya menyatakan adanya peningkatan produksi patin fillet sebesar 20 persen oleh anggotanya dalam tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan tahun lalu yang mencapai 1.000 ton per bulan.

Peningkatan produksi ini lantaran persiapan stok guna menghadapi kebutuhan selama bulan puasa. Selain itu, permintaan patin dalam negeri memang mengalami peningkatan akhir-akhir ini. “Di dalam negeri memang meningkat seiring dengan semakin sulit impor patin,” ujarnya.

Kendati demikian, dia belum bisa menyebutkan berapa persisnya kenaikan konsumsi dalam negeri yang terjadi.

Selain konsumsi dalam negeri, Sudiarso mengaku juga bersiap untuk memenuhi permintaan ekspor ke Arab Saudi guna kebutuhan haji tahun ini. “Kalau proses ekspor beres, Mei ini akan ada realisasi ekspor untuk haji sekitar 500 ton dalam bentuk fillet dan portion steak,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ikan patin, info haji

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top