BPK Nyatakan Gagal Konstruksi, IPC Tetap Lanjutkan Proyek NPCT 1

PT Pelindo II (Persero) atau IPC tetap melanjutkan proyek pembangunan Terminal Kalibaru atau New Priok Container Terminal (NPCT) kendati sempat muncul audit Badan Pemeriksa Keuangan yang menyebutkan pembangunan NPCT 1 gagal konstruksi.
Sri Mas Sari | 17 Maret 2019 18:15 WIB
Petugas memantau pemindahan kontainer ke atas kapal di New Priok Container Terminal One (NPCT 1), Jakarta, Senin (12/3/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelindo II (Persero) atau IPC tetap melanjutkan proyek pembangunan Terminal Kalibaru atau New Priok Container Terminal (NPCT) kendati sempat muncul audit Badan Pemeriksa Keuangan yang menyebutkan pembangunan NPCT 1 gagal konstruksi.


Direktur Teknik IPC Dani Rusli mengatakan bahwa hasil audit BPK berada di ranah pemerintah pusat. Lagi pula, laporan audit atas permintaan DPR itu disampaikan kepada lembaga legislatif, bukan kepada IPC.  "Kami fokus mengerjakan PR [pekerjaan rumah] kami saja," katanya kepada Bisnis, Kamis (14/3/2019).


Kesimpulan laporan audit investigatif BPK yang diserahkan kepada Ketua DPR Bambang Soesatyo menyebutkan bahwa NPCT 1 gagal konstruksi dan umur pemakaian hanya 20--25 tahun. Biaya yang sudah dikeluarkan IPC senilai Rp7 triliun (70%) dihitung sebagai total loss (Bisnis.com, 26/9/2018).


Bambang menyatakan adanya kejanggalan dalam konstruksi NPCT 1 dan menimbulkan kerugian negara Rp1,4 triliun. 


NPCT 1 yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada September 2016 itu berdiri di atas tanah seluas 32 hektare dengan panjang dermaga 850 meter.


Dani melanjutkan, saat ini proyek NPCT 2 dan 3 sedang dalam tahap pematangan lahan setelah direklamasi. IPC memperkirakan hingga akhir tahun proyek masih dalam proses konstruksi. 


Semula, IPC merencanakan pembangunan NPCT 2 dan 3 selesai tahun ini. Dani menjelaskan bahwa konstruksi membutuhkan penyesuaian karena di tengah jalan muncul perubahan regulasi mengenai kegempaan.  "Desain-desainnya kan harus disesuaikan lagi karena kami bikin bangunan ini kan untuk 100 tahun," jelasnya.


Di sisi lain, IPC ingin mengoptimalkan dulu NPCT 1. Produksi bongkar muat kontainer terminal yang dioperasikan oleh perusahaan patungan antara PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) dengan konsorsium Mitsui & Co., Ltd., PSA International Pte., dan NYK Line, itu tahun lalu 1,2 juta TEUs dari kapasitas 1,5 juta TEUs.


Jika terminal 2 dan 3 selesai dibangun, total kapasitas ketiga terminal akan mencapai 4,5 juta TEUs atau sekitar 75% dari kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok saat ini. Ketiga terminal dibangun dengan investasi Rp14,5 triliun.


NPCT 1, 2, dan 3 merupakan bagian dari proyek Terminal Kalibaru fase 1. Bagian lainnya adalah dua terminal produk. Jika fase 1 beroperasi, pembangunan akan dilanjutkan ke fase 2. Ketika seluruh proyek New Priok selesai, akan ada tujuh terminal kontainer dan terminal produk. 


Proyek prestisius itu dirancang dengan kedalaman kolam 16 meter di bawah permukaan air (LWS) agar mampu disandari kapal besar dengan kemampuan angkut peti kemas hingga 18.000 TEUs. 
 

Tag : terminal peti kemas, pelindo ii, npct 1
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top