Industri Sawit Paling Banyak Menikmati Restitusi PPN

Industri sawit paling banyak mendapatkan restitusi PPN. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merinci  sektor-sektor yang terkait dengan ekspor merupakan sektor yang paling banyak mengajukan restitusi.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  20:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Industri sawit paling banyak mendapatkan restitusi PPN. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merinci  sektor-sektor yang terkait dengan ekspor merupakan sektor yang paling banyak mengajukan restitusi.

“Restitusi paling besar berasal dari industri sawit senilai Rp3,6 triliun,” ujarnya Sri Mulyani, Rabu (20/2/2019).

Jika dipilah, restitusi paling besar berasal dari industri sawit senilai Rp3,6 triliun, logam berat Rp2,2 triliun, pertambangan Rp2 triliun, kertas Rp1,4 triliun, dan industri kendaraan senilai Rp1,3 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menambahkan bahwa, penerimaan pajak baik dari aspek penerimaan sektoral maupun per jenis pajak sebenarnya memiliki hubungan timbal balik.

Menurutnya, tergerusnya kinerja penerimaan manufaktur tersebut bukan diakibatkan oleh menurunnya kinerja sektor tersebut seperti yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini, tetapi hal ini lebih disebabkan oleh implikasi dari menurunnya penerimaan PPN.

“Penerimaan sektoral kan gabungan dari semua penerimaan jenis pajak. Jadi tahun ini masih tumbuh cukup bagus,” ungkapnya.

Untuk mengeceknya, penerimaan pajak bruto pemerintah tetap menunjukan perbaikan. Penerimaan pajak non migas bruto mencapai Rp99,01 triliun atau lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp89,9 triliun. 

Meski demikian, dari sisi pertumbuhan, pertumbuhan pajak non migas di angka 10,14% tetap lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 10,8%. Hal ini juga terjadi pada penerimaan PPN, pertumbuhan bruto jenis pajak ini di angka 4,05% turun dibandingkan tahun lalu 10,41%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pajak, ppn, Restitusi Pajak

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top