Apartemen The Parc Cinere Ditarget Terjual 70% Tahun ini

The Parc, hunian vertikal dengan pola tinggal bersama (co-living) seluas 1,5 hektare dalam area 5,5 hektare kawasan SouthCity, yang dikembangkan oleh PT Setiawan Dwi Tunggal menargetkan penjualan 70% pada 2019.
Maria Elena | 13 Februari 2019 16:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - The Parc, hunian vertikal dengan pola tinggal bersama (co-living) seluas 1,5 hektare dalam area 5,5 hektare kawasan SouthCity, yang dikembangkan oleh PT Setiawan Dwi Tunggal menargetkan penjualan 70% pada 2019.

Associate Director SouthCity Stevie Faverius Jaya mengatakan sejak mulai dipasarkan Juni 2018 lalu, The Parc sudah terjual sekitar 30% hingga 40% dari total 392 unit di tower pertama. "Kami targetkan penjualan hingga 70% di tahun ini dan selanjutnya kami akan memasarkan tower kedua," papar Stevie, Selasa (12/2/2019).

Stevie memaparkan tower pertama direncanakan mulai dibangun pada akhir 2019 dengan menyediakan 3 tipe, di antaranya tipe studio dengan luas 22,55 m2, tipe 1 Bedroom dengan luas 30,06 hingga 36,66 m2, dan tipe 2 Bedroom dengan luasan 45,10 m2.

Saat ini, The Parc dibanderol dengan harga promo mulai dari Rp325 juta hingga Rp700 jutaan per unit. Apartemen terdiri dari 3 menara setinggi 13 lantai yang direncanakan sebanyak 1.701 unit.

Dengan membidik pasar segmen milenial, The Parc menawarkan program yang bisa meringankan milenial untuk memiliki hunian apartemen. Salah satunya adalah dengan program ‘Nabung DP’ untuk The Parc Apartemen.

Melalui program ini, jelasnya, milenial hanya perlu mencicil uang muka 20% sebesar sekitar Rp3,3 jutaan hingga 24 kali. Setelah itu, dilanjutkan dengan mencicil kredit pemilikan apartemen (KPA) sebesar Rp3 juta per bulan.

"Jika dibandingkan dengan ngopi di cafe, belum lagi makan di mal dan aktivitas hiburan lainnya, mereka [milenial] bisa menghabiskan setidaknya Rp100.000 hingga Rp150.000 per hari. Jika gaya hidup tersebut diubah menjadi menabung, maka mereka bisa mendapatkan satu unit apartemen dengan fasilitas dan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan milenial," kata dia.

Selain gaya hidup, menurut Direktur Utama PT Setiawan Dwi Tunggal, Peony Tang, yang menjadi kendala kaum milenial untuk memiliki properti adalah harga properti yang semakin tinggi.

"Properti memang aset yang tak pernah turun, apalagi jika fasilitas dan lokasinya bagus, yang ada harga akan terus naik dan kian tak terjangkau di kantong," kata dia.

Pihaknya optimistis, kehadiran proyek apartemen dengan nilai investasi sekitar Rp900 miliar tersebut terserap baik bagi end user maupun investor, terutama para generasi milenial.

Tag : coliving
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top