Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penurunan Gas Belum Optimal, Industri Tidak Terdampak

Pemerintah sampai saat ini baru merealisasikan penurunan harga gas untuk BUMN dan beberapa perusahaan swasta yang bergerak di sektor industri pupuk, baja, dan petrokimia.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 22 Desember 2016  |  20:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Penurunan harga gas industri belum berdampak besar pada kinerja industri tahun depan.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan proyeksi Kemenperin memperhitungkan dampak penurunan harga gas dengan konservatif karena besaran penurunan dinilai belum optimal.

Pemerintah sampai saat ini baru merealisasikan penurunan harga gas untuk BUMN dan beberapa perusahaan swasta yang bergerak di sektor industri pupuk, baja, dan petrokimia.

“Optimalisasi harga gas masih terbatas, tidak maksimal, tidak optimal. Prognosa ini membuat kisaran dengan persyaratan-persyaratan yang harus ada. Jika persyaratan seperti harga gas bisa dicapai bisa tumbuh lebih tinggi, tetapi jika belum diberikan jadi lebih rendah,” kata Menperin, Kamis (22/12/2016).

Kementerian Perindustrian menargetkan industri manufaktur tumbuh pada kisaran 5,2%—5,4% pada 2017 atau lebih tinggi dari target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan sebesar 5,1% pada APBN 2017.

Industri pengolahan non-migas diperkirakakan tumbuh pada kisaran 4,67%—5% pada 2016, di bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5%—5,3%. Realisasi pertumbuhan industri manufaktur pada sembilan bulan pertama tahun ini baru 4,56% dari,  sedangkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,04% pada periode yang sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas industri Harga Gas
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top