Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TAX HOLIDAY: Kemenperin Siap Akomodasi Kelonggaran untuk Elektronik

Direktur Industri Elektronik dan Telematika Kemenperin Ignatius Warsito mengaku siap mengakomodir permintaan pengusaha di industri elektronik agar pemberian tax holiday di sektor ini lebih fleksibel.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 30 Januari 2015  |  02:14 WIB
TAX HOLIDAY: Kemenperin Siap Akomodasi Kelonggaran untuk Elektronik
Produk elektronik di toko. -
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Industri Elektronik dan Telematika Kemenperin Ignatius Warsito mengaku siap mengakomodasi permintaan pengusaha di industri elektronik agar pemberian tax holiday di sektor ini lebih fleksibel.

Pertimbangan yang utama asalkan investasi elektronik bersangkutan betul-betul pionir di bidangnya. Kemenperin perlu mematangkan pembahasan ini bersama dengan Kementerian Koordinator Perekonomian guna mempertimbangkan cost dan benefit, dan Kementerian Keuangan terkait setoran pajak ke negara.

Warsito mencontohkan salah satu produk elektronik konsumsi yang bersifat pionir tanpa investasi besar adalah lampu LED (light emitting diode). Produk ini lebih hemat listrik plus tak mengandung merkuri.

“Pabrik lamput LED tidak sampai Rp1 triliun tapi ini pionir, seharusnya diakomodasi. Usulannya agar sektor ini dieksklusifkan menjadi satu kesatuan dari fasilitas tax holiday,” tuturnya, di Jakarta, Kamis (29/1/2015).

Kehadiran industri pionir di dalam negeri menjadi penting karena menyangkut pengembangan dan penelitian produk (research and development/R&D). Melalui R&D industri bisa berkembang lebih dalam dan bernilai tambah tinggi karena mencakup aspek desain dan pengembangan teknologi.

Negara maju seperti Jepang dan Korea memberikan perhatian besar dalam investasi R&D. Negeri Singa alias Singapura saja sekarang berani memberikan insentif untuk R&D berupa 50% operasional ditanggung pemerintah.

Industri elektronik dan telematika termasuk bidang yang membutuhkan pendalaman R&D mendesak. Daur hidup produknya relatif cepat, untuk barang telematika sekitar dua tahun sedangkan elektronik setidaknya lima tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tax holiday industri elektronik
Editor : Setyardi Widodo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top