Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bulog Klaim Stok Beras Aman: Kita Masih Punya 1,18 juta Ton!

Bulog memastikan bahwa saat ini stok beras RI masih dalam kondisi aman yaitu di angka 1,8 juta ton.
Buruh melakukan bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divre Jawa Barat di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis/Rachman
Buruh melakukan bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divre Jawa Barat di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama (Dirut) Bulog, Bayu Krisnamurthi, memastikan bahwa saat ini stok beras masih dalam kondisi aman sebab berada di angka 1,18 juta ton, termasuk beras premium.

“Stok beras domestik saat ini 1,189 juta ton itu total. itu semua [termasuk yang premium]. Kan kami impornya 5 persen,” kata Bayu kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (12/2/2024). 

Dia pun melanjutkan bahwa realisasi impor beras sejauh ini berada di kisaran 500.000 ton dari alokasi 2 juta ton pada tahun ini. Sehingga, impor beras selanjutnya akan masuk secara bertahap saat masa panceklik, yaitu pada Juni, Juli dan Oktober. 

"Kan dari alokasi kita 2 juta ton yang direalisasikan baru 500.000 ton. Jadi ya kan masih panjang, tahun ini kan masih panjang, masih akan melewati masa panceklik. Jadi pemerintah harus persiapan panjang," ujar Bayu. 

Sekadar informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar Kementerian/Lembaga (K/L) terkait agar segera menekan harga beras eceran pada Maret mendatang. 

Instruksi tersebut disampaikan oleh Kepala Negara saat rapat internal dengan sejumlah menteri, mulai dari Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Dirut Bulog Bayu Krisnamurthi dan Kepala Bapanas Arief Prasetya Adi di Istana Negara pada Senin (12/2/2024).

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetya Adi, pun menyebut bahwa pemerintah masih optimistis bahwa penurunan harga beras secara konsisten dapat terjadi pada Maret tahun ini.

Arief melanjutkan bahwa proyeksi tersebut merujuk pada temuan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) yang memperkirakan produksi beras mencapai 3,51 juta ton pada Maret 2024. 

"Pemerintah harap bulan Maret harga beras bisa lebih turun sedikit," ujar Arief. 

Arief mengatakan bahwa dirinya bersama Bayu Krisnamurthi dan Erick Thohir akan meluncur ke Pasar Induk Cipinang hari ini untuk mematikan distribusi beras ke pasar tradisional dan pasar modern berjalan lancar. 

"34.000 ton beras ini harus sampai ke pasar. Jadi sekali lagi, perintahnya adalah banjiri pasar," kata Arief. 

Untuk diketahui, pemerintah juga telah mengambil inisiatif awal untuk menekan reli harga beras yang belakangan mengalami tren kenaikan.

Berdasarkan data panel harga beras di Bapanas, rata-rata harga beras premium secara nasional di pedagang eceran hari Senin (12/2) pukul 11.30 berada di Rp 15.830 per kilogram (kg) atau mengalami kenaikan hingga 2,12% dari harga pekan sebelumnya. Sementara harga beras medium naik 1,6% menjadi Rp 13.850 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Akbar Evandio
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper