Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kemenhub: Digitalisasi Jadi Langkah Jitu Efisiensi Bidang Logistik

Kementerian Perhubungan mendorong dilakukannya transformasi digital untuk mendorong efisiensi bidang logistik.
Kepala Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan Robby Kurniawan memberikan paparan saat acara Bisnis Indonesia Logistics Awards (BILA) 2023 di Jakarta, Selasa (28/11/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Kepala Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan Robby Kurniawan memberikan paparan saat acara Bisnis Indonesia Logistics Awards (BILA) 2023 di Jakarta, Selasa (28/11/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyatakan transformasi digital menjadi strategi dan upaya untuk mendorong efisiensi bidang logistik.

Kepala Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan Robby Kurniawan mengatakan, pihaknya terus mendorong digitalisasi bidang logistik seiring dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menciptakan efisiensi logistik di Tanah Air.

Robby menyebut, salah satu digitalisasi bidang logistik yang diterapkan, yakni sistem Inaportnet di berbagai pelabuhan di Indonesia. Menurutnya, melalui Inaportnet dapat menciptakan efisiensi baik dari segi waktu maupun biaya logistik.

"Melalui Inaportnet ini harapannya pelayanan kapal dan barang di pelabuhan akan lebih cepat, efisien dan akuntabel," ujar Robby dalam The 2nd Bisnis Indonesia Logistics Awards 2023, Selasa (28/11/2023).

Selain Inaportnet, Robby mengatakan, sejumlah strategi yang dilakukan Kemenhub untuk mendorong produktivitas logistik, antara lain program jembatan udara, subsidi perintis kargo, pembangunan infrastruktur ke wilayah Indonesia timur, pemanfaatan rel sebagai sarana logistik, dan berbagai program subsidi lainnya.

Dia pun mencontohkan, salah satu fasilitas yang dianggap berhasil, yaitu Tol Laut.  Robby mengeklaim, dalam 1 dekade terakhir telah terjadi peningkatan angkutan logistik melalui Tol Laut secara signifikan.

"Semula hanya dilayani oleh 3 kapal dan 3 trayek yang mengangkut 30 ton barang, saat ini pelayanan 38 kapal dan 39 trayek dengan mengangkut 720,25 ton," tuturnya.

Lebih lanjut, Robby mengakui bahwa tantangan logistik akan semakin berat ke depannya. Oleh karena itu, dia menekankan bahwa kolaborasi antarpemangku kepentingan perlu diupayakan, terutama dalam hal sinkronisasi program.

"Diharap produktivitas logistik dapat meningkat dan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper