Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Merger AP I dan AP II, Erick Thohir Blak-blakan Ungkap Nasib Karyawan

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan soal nasib karyawan usai proses merger antara AP I dan AP II rampung.
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta./ Dok. Angkasa Pura II
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta./ Dok. Angkasa Pura II

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, angkat bicara soal nasib karyawan di tengah proses merger antara PT Angkasa Pura I atau AP I dan PT Angkasa Pura II atau AP II.

Erick Thohir memastikan proses merger antara AP I dan AP II tidak akan menimbulkan pengurangan jumlah karyawan. 

Dia menjelaskan merger antara kedua BUMN operator bandara ini dilakukan agar sistem dan pelayanan seluruh bandara di Indonesia dapat disamakan dengan optimal. Dia menuturkan, penggabungan ini juga dapat memperkuat infrastruktur industri bandara yang ada di Indonesia. 

Dia juga menyebut proses merger ini tidak akan membuat pegawai baik di AP I maupun AP II kehilangan pekerjaannya. Erick mencontohkan merger Pelindo pada 2021 juga tidak berdampak pada berkurangnya jumlah karyawan. 

"Jangan sampai seakan-akan kami melepas pegawai, padahal tidak. Buktinya, merger Pelindo kemarin tidak ada yang kami lepas pegawainya," kata Erick di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta pada Kamis (23/11/2023). 

Erick juga meminta para karyawan AP I dan AP II untuk tidak lagi mengkhawatirkan potensi PHK saat merger ini rampung. Hal ini seiring dengan potensi bisnis bandara yang positif selama perekonomian Indonesia tetap bertumbuh. 

Apalagi, saat ini sektor penerbangan Indonesia juga masih berada di tahap pemulihan. Erick mengatakan, hal ini terlihat dari kebutuhan jumlah pesawat yang masih belum terpenuhi di Indonesia. 

"Pak Menhub mengatakan saat ini ada 400-an [pesawat], sedangkan kebutuhannya 700. Nah, bagaimana dengan airport. Jadi, untuk kepegawaian tidak perlu takut selama ekonomi Indonesia tumbuh," ujarnya.

Meski demikian, Erick belum dapat memastikan kapan proses merger Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II akan rampung. Dia mengatakan, saat ini pihaknya terus mengupayakan agar proses penggabungan tersebut dapat selesai dengan baik.

"Saya belum tahu [kapan selesai]. Proses merger itu kadang lamanya di paperwork-nya," ucap Erick.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, menjelaskan pemerintah berencana membentuk sebuah perusahaan sebagai holding strategis yang menaungi AP I dan AP II.

Dia menuturkan, penggabungan AP I dan AP II dilakukan guna mengintegrasikan layanan transportasi udara. Pasalnya, saat ini perencanaan layanan udara di Indonesia masih terpisah antara wilayah Barat dan Timur Indonesia.

"Pembentukan strategic holding agar ada proses interaksi untuk membangun ekosistem transportasi udara secara utuh. Targetnya [holding] rampung tahun ini," kata Tiko


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper