Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tuntas Akuisisi 2 Ruas Tol Hutama Karya, INA Evaluasi Aksi Lanjutan

INA dikabarkan tengah mengevaluasi proses akuisisi di ruas jalan tol di seluruh Indonesia, termasuk satu ruas Jalan Tol Trans Sumatra milik Hutama Karya.
Salah satu ruas jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang di Bandar Jaya, Lampung Tengah, Rabu (1/5/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
Salah satu ruas jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang di Bandar Jaya, Lampung Tengah, Rabu (1/5/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia Investment Authority (INA) dikabarkan tengah mengevaluasi proses akuisisi di ruas jalan tol di seluruh Indonesia, termasuk satu ruas Jalan Tol Trans Sumatra milik PT Hutama Karya (Persero).

Deputy Chief Executive Officer INA, Arief Budiman mengatakan pihaknya saat ini fokus untuk mengakuisisi 2 ruas, tetapi tetap membuka kemungkinan untuk berinvestasi pada ruas lainnya.

"Untuk saat ini INA berinvestasi di 2 ruas, namun demikian INA tetap memonitor dan mengevaluasi berbagai ruas di seluruh Indonesia untuk melihat peluang investasi di tahun-tahun mendatang" kata Arief kepada Bisnis, Jumat (7/7/2023).

Mulanya, INA membuka opsi mengambilalih 3 aset Hutama Karya di Jalan Tol Trans Sumatra yakni Jalan Tol Medan-Binjai, Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, dan Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung.

Berdasarkan informasi dari sumber Bisnis yang mengetahui transaksi tersebut mengatakan, INA hanya tertarik pada 2 aset Hutama Karya tersebut.

Sumber tersebut mengungkapkan, untuk sementara INA tidak akan mengakuisisi Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung.

"Ketidaksesuaian harga penawaran atau tidak disepakati titik temu harga," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (5/7/2023).

Baru-baru ini, INA melalui anak usahanya PT Swarna Investasi Indonesia (Swarna) menyelesaikan transaksi investasi atas 2 ruas Jalan Tol Trans Sumatra yaitu Medan-Binjai dan Bakauheni-Terbanggi Besar yang diakuisisi dari Hutama Karya.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo mengatakan nilai investasi atas 2 ruas tol yang diakusisi INA sebesar Rp12,44 triliun.

"‘Merujuk pada keterbukaan informasi, nilai investasi yang signifikan tersebut dapat mendorong penyelesaian pembangunan ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatra lainnya," kata Tjahjo kepada Bisnis, Rabu (5/7/2023).

Diberitakan Bisnis sebelumnya, aksi divestasi Hutama Karya rencananya ditujukan terhadap 3 ruas tol tersebut diproyeksi dapat memberikan dana segar sebesar Rp34 triliun kepada perseroan.

Untuk ruas Jalan Tol Trans Sumatra milik Hutama Karya tersebut telah beropreasi selama tiga tahun, sehingga volume lalu lintas pada ruas tersebut dinilai menarik untuk menggaet calon investor baru.

Adapun, upaya asset recycling tersebut akan dilakukan bersama dengan INA melalui konsorsium yang terdiri atas pengelola dana pensiun dari Belanda dan Kanada.

Pada tahun lalu, Hutama Karya dan INA telah menekan kerja sama investasi terkait dengan 3 ruas JTTS tersebut melalui penandatanganan Perjanjian Induk (Heads of Agreement/HOA) untuk sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatra, mencakup ruas-ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, dan Tol Medan–Binjai.

CATATAN: Artikel ini sebelumnya tayang dengan judul 'INA Batal Akuisisi Jalan Tol Terpanjang di Sumatra Milik Hutama Karya', setelah mendapatkan informasi dari berbagai sumber, artikel ini diperbarui pada pukul 22.10 WIB.

Redaksi

Bisnis.com


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper