Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Wamenkeu: Jangan Lupakan Krisis, Mari Belajar Darinya

Menurut Wamenkeu Suahasil Nazara Setidaknya ada empat pelajaran yang bisa diambil dari krisis yang ditimbulkan dari pandemi Covid-19.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 06 Desember 2022  |  10:40 WIB
Wamenkeu: Jangan Lupakan Krisis, Mari Belajar Darinya
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara secara resmi membuka acara 11th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (Aifed) 2022 yang digelar di Nusa Dua, Bali, Selasa (6/12/2022). Acara ini mengangkat tema Post Pandemic Economic Policy: Coping with Uncertainties and Seizing New Growth Opportunities. - Bisnis/Emanuel B. Caesario
Bagikan

Bisnis, BADUNG — Krisis ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 serta tekanan lanjutan yang kini terjadi akibat konflik geopolitik memberikan banyak pelajaran berharga bagi pengambilan kebijakan dan strategi ekonomi oleh Indonesia, khususnya Kementerian Keuangan. Hal tersebut semestinya menjadi bekal bagi perjalanan ekonomi bangsa ke depan.

Hal tersebut menjadi pesan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam pidato utama The 11th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (Aifed) 2022 yang digelar di Nusa Dua, Bali, Selasa (6/12/2022).

“Apa yang sudah kita lakukan selama pandemi, telah memberikan kita pelajaran penting. Jangan mudah untuk melupakannya. Kita mungkin akan berfokus pada isu-isu terbaru di masa mendatang, tetapi jangan lupa dengan cepat apa yang kita alami selama pandemi,” ungkapnya di Hotel Hilton Nusa Dua, Bali.

Menurutnya, ada sejumlah pembelajaran penting yang diperoleh selama periode pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama hampir 3 tahun terakhir.

Pertama, data menjadi hal paling krusial, apalagi dalam kondisi krisis. Tidak ada hal lain yang lebih penting dibanding data ketika menghadapi periode berat ekonomi. Data menjadi pedoman dalam pengambilan kebijakan.

Data ini tidak saja mencakup data-data historikal masa lalu, tetapi juga data-data kualitatif dan kuantitatif dari berbagai institusi yang dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang situasi dan model ekonomi Indonesia.

Kedua, pentingnya good governance. Selama pandemi, untuk pertama kalinya pemerintah Indonesia memutuskan untuk menaikkan angka defisit fiskal di atas 3 persen, padahal angka 3 persen selama ini sudah menjadi DNA bagi kebijakan anggaran negara.

“Kita harus mengubah DNA itu. Tanpa good governance, kita akan menghadapi tantangan yang lebih berat,” katanya.

Ketiga, policy mix atau bauran kebijakan menjadi kunci dalam penanganan situasi krisis yang kompleks. Koordinasi dan hubungan dengan semua lembaga independen lain, seperti Bank Indonesia dan OJK, memungkinkan Indonesia dapat melewati tantangan berat pandemi.

Keempat, kondisi pandemi telah mendorong dunia untuk mengubah cara hidup. Kini, dunia bergerak ke arah endemi. Pengalaman selama pandemi menunjukkan pentingnya untuk belajar keterkaitan antara kesehatan dan ekonomi. Hal ini akan menjadi ciri ekonomi dunia di masa mendatang.

“Saya pikir sudah waktunya untuk meninjau kembali cara kita memahami kebijakan makroekonomi, kebijakan fiskal, dan kebijakan moneter, yang melampaui hal-hal ekonomis. Kita harus memperhatikan hal-hal lain yang terkait dengannya, seperti virus, sebab itu akan mencirikan dunia kita di masa depan,” ungkapnya.

Wamen mengatakan bahwa pelajaran-pelajaran penting dari pandemi tersebut terangkum dalam buku ‘Keeping the Indonesia Safe from the Covid-19 Pandemic’. Buku ini baru saja diluncurkan dan dapat diakses gratis oleh masyarakat di sini: https://www.kemenkeu.go.id/covid19pandemic

“Ini adalah kumpulan pemikiran, tindakan, diskusi, logika, data, yang kami kumpulkan selama pandemi untuk satu tujuan: menjaga keamanan Indonesia,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 kementerian keuangan ekonomi
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top