Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Minat Beli Properti Naik 18 Persen Semester II/2022, Daya Beli Pulih?

Pasar properti kembali bergeliat, hal ini ditunjukkan oleh minat beli yang meningkat 18 persen di semester II/2022.
Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa - Bisnis.com 06 Desember 2022  |  18:56 WIB
Minat Beli Properti Naik 18 Persen Semester II/2022, Daya Beli Pulih?
Foto udara komplek perumahan di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Jumat (11/6/2021). Bisnis - Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor properti menunjukkan gairah positif di akhir tahun 2022 yang terlihat dari peningkatan minat beli properti sebesar 18 persen pada semester II/2022.

CEO Lamudi.co.id, Mart Polman mengatakan, meski diterpa berbagai isu mulai dari ancaman resesi, inflasi, hingga kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, tapi sektor properti tetap menunjukkan resiliensi yang tinggi.

"Ini dilihat dari data kami yang menunjukkan pertumbuhan minat pencarian properti sebesar 18 persen pada semester 2, dibandingkan dengan semester 1 tahun ini," kata Mart, Selasa (6/12/2022).

Menurutnya, tingginya minat beli properti semakin didorong oleh stimulus berupa perpanjangan DP 0 persen hingga akhir tahun 2023 mendatang.

Di sisi lain, dia tetap menyoroti suku bunga Bank Indonesia (BI) yang saat ini mencapai 5,25 persen. Artinya, hal ini menjadi tantangan besar bagi para pencari properti.

"Saya mengajak seluruh stakeholder untuk memperhatikan upaya edukasi finansial bagi pencari properti melalui jasa konsultasi," ujarnya.

Commercial Director Lamudi.co.id, Yoga Priyautama, menerangkan saat ini rumah tapak masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan pencarian yang meliputi 70 persen dari tipe properti yang tersedia di Lamudi.co.id. Selain itu, developer pun sebagian besar masih fokus investasi pengembangan rumah tapak mengingat permintaan yang konsisten tinggi.

Namun di sisi lain, Yoga menyampaikan bahwa apartemen cocok untuk kaum muda kelas pekerja yang ingin menghindari kemacetan lalu lintas saat bepergian di sekitar kota-kota besar.

Meski demikian, apartemen masih menjadi subsektor yang penuh tantangan pascapandemi Covid-19. Apalagi, dalam survei terbaru konsultan properti Knight Frank Indonesia, pertumbuhan apartemen diperkirakan stagnan cenderung melemah.

"Untuk menargetkan demografis ini, beberapa pengembang perlu menggunakan strategi pengurangan harga dan ketentuan pembayaran yang fleksibel untuk membuat proyek mereka terjangkau dan diinginkan," ujar Yoga.

Lebih lanjut, Yoga menerangkan, untuk membangkitkan kembali sektor properti, pihaknya kembali menggelar Lamudi.co.id Property Awards (LPA) 2022. Ajang penghargaan ini digelar sebagai wujud apresiasi atas inovasi insan properti dalam pengembangan proyek properti.

LPA kembali hadir dengan 11 kategori fenomenal dengan Most Favorite Development sebagai kategori terunik yang akan menyortir pilihan terfavorit ditunjukkan dari jumlah pencarian terbanyak di platform Lamudi yang selanjutnya akan dilakukan polling oleh masyarakat luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti apartemen kpr penjualan properti
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top