Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sri Mulyani: Sektor Keuangan Indonesia Paling Ketinggalan di Asean 5

Mengapa sektor keuangan RI paling ketinggalan di antara negara Asean 5? Simak jawaban Sri Mulyani.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 10 November 2022  |  11:33 WIB
Sri Mulyani: Sektor Keuangan Indonesia Paling Ketinggalan di Asean 5
Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV - 2022. Dok. Youtube Kemenkeu RI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Sektor keuangan Indonesia menjadi yang paling dangkal atau tertinggal di antara negara-negara Asean 5, terlihat dari sejumlah indikator terhadap produk domestik bruto.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja Komisi XI DPR dengan Menteri Investasi, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Hukum dan HAM. Rapat itu membahas pengantar Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU PPSK) atau omnibus law keuangan

Sri Mulyani menyebut bahwa dari berbagai indikator sektor keuangan terhadap PDB, Indonesia ternyata cukup tertinggal. Dia membandingkannya dengan Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura yang merupakan anggota Asean 5 atau lima negara dengan ekonomi terbesar di Asia tenggara.

Aset perbankan Indonesia tercatat 59,5 persen terhadap PDB. Nilainya menjadi yang terendah, dibadingkan dengan Filipina (99,2 persen), Thailand (146,6 persen), Malaysia (198,6 persen), terlebih Singapura (572,1 persen).

Lalu, kapitalisasi pasar modal Indonesia terhadap PDB pun berada di 48,3 persen. Sebagai perbandingan, Filipina berada di 93,2 persen, Malaysia 109,9 persen, Thailand, 120,9 persen, dan Singapura 189,0 persen.

"Kondisi ini mengindikasikan bahwa untuk masyarakat dalam menghimpun dana oleh industri keuangan, masih sangat terbatas, dan potensi pendalaman pasar berarti masih sangat besar," ujar Sri Mulyani pada Kamis (10/11/2022).

Kondisi serupa pun terjadi di sektor industri keuangan non bank (IKNB), dengan catatan aset industri asuransi 5,8 persen terhadap PDB dan aset dana pensiun 6,9 persen terhadap PDB. Tetangga terdekat kita, Malaysia, mencatatkan aset industri asuransi 20,3 persen terhadap PDB dan aset dana pensiun 59,9 persen terhadap PDB.

Sri Mulyani pun melihat bahwa biaya overhead dari perbankan Indonesia relatif tinggi daripada negara-negara Asean. Hal itu terefleksi dari tingginya net interest margin yang berimbas kepada tingginya suku bunga pinjaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani sektor keuangan Omnibus law keuangan
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top