Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

INACA Wanti-wanti ke Maskapai Tantangan Resesi Global di Penerbangan

INACA memproyeksikan industri penerbangan tahun depan masih dibayangi dengan ketidakpastian ekonomi global.
Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja./Dok. Istimewa
Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja./Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mewanti-wanti kepada maskapai anggotanya mengenai sejumlah tantangan di tahun depan, setelah berhasil melewati pandemi Covid-19 pada tahun ini.

Ketua Umum INACA terpilih Denon Prawiraatmadja mengakui bahwa dalam kepengurusan pada periode sebelumnya mengalami kondisi bisnis penerbangan yang cukup sulit. Namun, setelah periode lebaran 2022 dan juga telah diterbitkan beberapa aturan yang mendukung akselerasi pergerakan penumpang dan barang. Aturan ini, pada intinya, memberikan kelonggaran atas peraturan perjalanan dalam dan luar negeri sejalan dengan membaiknya kondisi pascapandemi Covid-19.

Saat ini, dia juga bersyukur karena masa sulit tersebut berhasil dilewati. Oleh karena itu, untuk menuju tahap pemulihan pascapandemi dibutuhkan akselerasi atau percepatan pemulihan ekonomi pada umumnya dan industri penerbangan melalui sinergi seluruh stakeholder terkait. Kemudian juga dukungan kebijakan dan insentif serta stimulus dari pemerintah. Pasalnya, pada tahun depan industri penerbangan juga masih dibayangi dengan ketidakpastian ekonomi global.

“Ke depannya, kita masih dibayangi dengan kondisi resesi global, inflasi tinggi, devaluasi kurs mata uang, kenaikan suku bunga, dan kenaikan harga bahan bakar serta energi,” ujarnya, Kamis (27/10/2022).

Denon pun meminta para maskapai juga mendukung program pemerintah dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional, khususnya pembenahan di sektor penerbangan dan pariwisata. Dimulai dari pembenahan rute dan konektivitas penerbangan, slot bandara, penentuan bandara hub dan spoke, dan lain-lainnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina INACA Irfan Setiaputra menggambarkan jika 2 tahun ke belakang menjadi periode masa bertahan. Saat ini, pada 2022 merupakan tahun pemulihan.

Irfan menyebut turbulensi yang dibawa oleh pandemi Covid-19 telah berlalu tetapi dampaknya masih menjadi tantangan tersendiri bagi industri penerbangan untuk bangkit dan kembali pulih. Bahkan, kata Irfan, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan lalu lintas penumpang global baru akan kembali ke kondisi sebelum pandemi paling cepat pada 2024.

Irfan pun berharap dalam kepengurusan INACA yang baru ini tetap dapat melanjutkan program-program yang telah diinisiasi oleh kepengurusan sebelumnya, khususnya program-program utama yang membutuhkan penyelesaian. Sejumlah hal tersebut adalah terkait dengan pembebasan bea masuk/pajak impor suku cadang dan komponen pesawat, perihal konektivitas transportasi udara nasional melalui program hub and spoke, dan pengaturan slot penerbangan yang berorientasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan industri, serta program-program krusial lainnya.

Adapun, dalam Rapat Umum Anggota (RUA) Indonesia National Air Carriers Association (INACA) hari ini, Kamis (27/10/2022), secara aklamasi Denon Prawiraatmadja terpilih kembali menjadi Ketua Umum INACA Periode 2022-2025.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper