Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengelola Mal Beri Respons Soal Indeks Keyakinan Konsumen Anjlok

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia memberikan respons soal indeks keyakinan konsumen yang anjlok sebagai imbas penaikan harga BBM.
Aktivitas pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Minggu (30/1/2022). Pemerintah Pusat meningkatkan kapasitas mal menjadi 60 persen saat PPKM dinaikkan menjadi level tiga, 8-14 Februari 2022. /Antara
Aktivitas pengunjung di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Minggu (30/1/2022). Pemerintah Pusat meningkatkan kapasitas mal menjadi 60 persen saat PPKM dinaikkan menjadi level tiga, 8-14 Februari 2022. /Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) tidak kaget dengan indeks keyakinan konsumen (IKK) yang mulai tergerus sebagai imbas penaikan harga BBM pada awal September 2022. Namun, pelaku usaha yakin jika turunnya IKK ini hanya bersifat sementara, paling tidak 1-2 bulan saja.

Bank Indonesia mencatat IKK pada September 2022 hanya 117,1, terjun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 124,7. Hal itu dipertegas dengan jatuhnya tingkat konsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama kelas menengah dengan tingkat pengeluaran Rp4,1 juta-Rp5 juta per bulan.

Ketua APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan mengatakan sesuai perkiraan sebelumnya bahwa kenaikan harga BBM tentunya akan berdampak terhadap daya beli terutama bagi kelas menengah bawah ditengah kondisi yang masih belum pulih normal sepenuhnya akibat pandemi yang berkepanjangan.

“Dampak ini lebih dirasakan saat ini dikarenakan industri usaha ritel juga sedang berada dalam low season [musim sepi kunjungan] sebagaimana biasanya yang terjadi juga sebelum pandemi,” ujar Alphonzus saat dihubungi, Selasa (11/10/2022).

Dia memperkirakan dampak ini akan terjadi sampai dengan 1 - 2 bulan ke depan dan akan mulai berangsur pulih kembali setelahnya. Menurut Alphonzus, gairah masyarakat untuk berbelanja akan kembali menjelang libur panjang Natal dan tahun baru.

Lebih lanjut, dia pun mengapresiasi upaya pemerintah juga dalam mengantisipasi dampak kenaikan BBM dalam bentuk berbagai bantuan sosial guna menopang daya beli agar tidak semakin terpuruk dan dapat segera pulih kembali. Dia pun berharap agar bansos ini terus dikucurkan hingga daya beli masyarakat kembali pulih.

“Pemerintah diharapkan dapat terus mengucurkan berbagai bantuan sosial sampai dengan kondisi relatif sudah stabil kembali,” imbuh Alphonzus.

Sebelumnya, hal yang sama juga dirasakan pedagang pasar. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Mujiburrohman menuturkan bahwa jumlah pengunjung atau konsumen pasar tradisional masih belum pulih sepenuhnya. Kondisi ini terjadi akibat tidak stabilnya harga-harga barang di pasar, termasuk juga dampak dari kenaikan harga BBM yang belum lama ini ditetapkan. Kondisi ini mempengaruhi nasib pedagang pasar yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pasar.

\"Pandemi sudah mereda, tapi kedatangan pengunjung ke pasar masih belum membaik juga. Sekarang pasar sudah sepi mulai dari jam dua, padahal masih banyak barang yang belum habis terjual,\" ungkapnya, Selasa (4/10/2022).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Indra Gunawan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper