Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan Harga BBM Turut Kerek Harga Cabai Rawit Merah

Kementerian Perdagangan mencatat per 3 Oktober 2022 harga cabai rawit merah naik 5,76 persen menjadi Rp64.300/kg. Kenaikan harga BBM turut jadi pemicu.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 04 Oktober 2022  |  10:07 WIB
Kenaikan Harga BBM Turut Kerek Harga Cabai Rawit Merah
Pedagang menyortir cabai rawit merah di Pasar Peterongan, Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/3). - Antara/R Rekotomo
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut berimbas terhadap harga cabai rawit merah yang terus menunjukkan tren kenaikan.

Plt Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim mengungkapkan, per 3 Oktober 2022, tepat satu bulan pascaharga BBM naik, harga cabai rawit merah naik lebih dari 5 persen.

“Secara nasional, harga barang kebutuhan pokok dibanding bulan lalu tercatat stabil. Komoditas yang mengalami kenaikan signifikan dibanding bulan lalu hanya cabai rawit merah naik 5,76 persen menjadi Rp64.300/kg,” ujarnya dikutip, Selasa (4/10/2022).

Dirinya menyebutkan bahwa kenaikan harga cabai rawit merah disinyalir disebabkan oleh penurunan pasokan karena beberapa sentra terbesar di Blitar, Banyuwangi, dan Kediri sudah memasuki akhir panen.

Selain itu, Isy menyampaikan bahwa menurut Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), kenaikan harga cabai juga disebabkan beberapa faktor selain masa panen, yaitu luas panen yang belum maksimal di dataran rendah, serta adanya kenaikan harga BBM yang memicu kenaikan biaya transportasi.

Untuk komoditas cabai, menurutnya, perlu adanya perhatian khusus mengingat fenomena La Nina yang masih akan terus berlanjut hingga akhir tahun.

“Sebagian besar wilayah di Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan curah hujan di atas rata-rata jangka panjang 30 tahun terakhir,” katanya.

Secara keseluruhan untuk harga pangan terpantau stabil selama 1 bulan terakhir, bahkan mayoritas turun, kecuali untuk cabai rawit merah.

Meski terpantau naik, komoditas cabai rawit pada September 2022 menyumbang deflasi sebesar 0,02 persen. Sedangkan pada Agustus 2022, cabai rawit memiliki andil deflasi hingga 0,12 persen.

Kemendag juga mencatat volatile food (VF) pada September 2022 mengalami deflasi sebesar -0,79 persen, inflasi tahun berjalan (ytd) sebesar 5,23 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 9,02 persen. Angka tersebut telah melampaui target sasaran inflasi VF 2022 sebesar 3-5 persen (4 +/- 1 persen).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cabai rawit merah kementerian perdagangan harga cabai
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top