Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Hanya Persoalan Kapasitas, Maskapai Juga Harus Waspadai dua hal ini

Maskapai Indonesia juga perlu mempertimbangkan persoalan maintenance pesawat dan isu keselamatan atau safety.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 30 September 2022  |  06:14 WIB
Tak Hanya Persoalan Kapasitas, Maskapai Juga Harus Waspadai dua hal ini
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia terparkir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (21/6/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis com, JAKARTA - Masalah perawatan dan keamanan pesawat juga perlu menjadi perhatian bagi maskapai penerbangan pasca pandemi, tak hanya soal krisis kapasitas.

Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Denon Prawiraatmadja menjelaskan maskapai Indonesia tidak hanya berfokus menghadapi masalah keuangan tetapi juga perlu mempertimbangkan persoalan maintenance pesawat dan isu keselamatan atau safety.

Selama 2 tahun belakangan industri aviasi menghadapi situasi yang sulit. Saat ini pasca Covid-19 persoalan tersebut tak selesai begitu saja. Alhasil Denon berpendapat jika hanya fokus pada satu permasalahan tingkat percepatan menuju perbaikan justru menjadi melambat.

"Setelah kegiatan operasi menurun itu, industri juga harus bisa me-remind operator maupun tim operasional operator dalam menjaga safety procedure-nya," katanya, dikutip Jumat (29/9/2022).

Terkait hal tersebut, lanjutnya, masih banyak yang harus diselesaikan. Misalnya masalah prosedur tentang impor spare part pesawat yang mekanismenya belum efisien. Dari sisi perpajakan, sebut Denon memang sudah nol persen tetapi prosedur impornya masih masuk ke dalam larangan pembatasan.

"Untuk spare part pesawat yang umum seperti baut membutuhkan adminstrasi-administrasi khusus mulai dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan untuk bisa merilis spare part. Itu yang karakteristiknya umum lho. Ini yang perlu menjadi catatan kita juga,” kata Denon.

Denon yang juga Wakil Kadin Bidang Perhubungan berharap pemerintah memiliki solusi soal permasalahan itu. Sehingga impor spare part yang sifatnya umum memiliki jalan keluarnya.

“Itu masalah problem maintenance pesawat dan isu safety selain keuangan, ya produknya seperti ini,” tekannya.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiarto mengatakan bahwa industri penerbangan sebagai moda transportasi yang sangat penting untuk menghubungkan satu daerah dengan daerah lain di negara kepulauan seperti Indonesia.

Terlebih lagi operator penerbangan saat ini menemukan momentum pemulihan bisnisnya pasca Covid-19. Pada Juni 2022, lalu lintas penerbangan domestik maupun internasional sudah mencapai rata-rata sebesar 70 persen jika dibandingkan dengan periode saat pandemi lalu.

Berdasarkan data dari IATA, paparnya, lalu lintas domestik mencapai kenaikan sebanyak 81 persen dan lalu lintas penerbangan internasional mencapai 65 persen. Data kenaikan tersebut merupakan peluang bagi maskapai untuk memajukan industri penerbangan kembali. Dengan syarat meningkatkan pelayanan dan bisa menangkap peluang pasar yang ada.

Untuk meraih peluang tersebut, kata Isnin, seluruh operator di Indonesia harus menyiapkan sejumlah strategi sebagai langkah antisipasi dalam masa transisi setelah pandemi, yakni dengan meningkatkan kolaborasi dan elaborasi bersama para stakeholder dan pemangku kebijakan melalui pengembangan bisnis.

Melalui strategi tersebut diharapkan sektor industri penerbangan dapat melakukan rencana strategis guna memilihkan bisnis dan lalu lintas penerbangan, salah satu dengan mengoptimalkan slot penerbangan dan mengaktifkan kembali rute-rute domestik yang sempat ditutup.

Isnin juga menyebut penambahan maskapai baru menjadi salah satu arahan strategi pemulihan penerbangan pasca pandemi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan maskapai inaca
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top