Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Citilink Masuk Daftar 100 Maskapai Terbaik Dunia, Ini Peringkatnya

Citilink berhasil menembus 100 besar maskapai terbaik dunia dalam ajang Skytrax World Airline Awards 2022.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 28 September 2022  |  12:26 WIB
Citilink Masuk Daftar 100 Maskapai Terbaik Dunia, Ini Peringkatnya
Penumpang antre di Garbarata atau jembatan penghubung ruang tunggu ke pesawat di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/2/2019). - ANTARA/Aji Styawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Skytrax World Airline Awards 2022 mengumumkan peringkat dan penghargaan yang diterima oleh maskapai penerbangan Citilink.

Tercatat, Citilink meraih tiga penghargaan global dalam ajang Skytrax World Airline Awards 2022 yaitu dalam kategori Top 100 World’s Best Airlines, Top 6 Best Low-Cost Airlines in Asia dan Best Low-Cost Airline in Indonesia.

Menurut Skytrax, Citilink berhasil menembus 100 besar maskapai terbaik dunia di antara lebih dari 350 maskapai di seluruh dunia yang dinilai berdasarkan survei yang diikuti oleh 13,4 juta pelanggan yang berasal dari lebih dari 100 negara pada periode September 2021 hingga Agustus 2022.

Direktur Utama Citilink Dewa Kadek Rai mengatakan dengan adanya capaian tersebut, Citilink bakal meningkatkan pelayanan penerbangan yang aman dan nyaman bagi penumpangnya.

“Citilink berhasil meningkatkan performanya dengan memperoleh peringkat 91 pada kategori World’s Best Airlines dari sebelumnya berada di peringkat 100,” jelasnya dikutip, Rabu (28/9/2022).

Tak hanya itu, Citilink juga memperoleh peringkat 6 pada kategori Best Low-Cost Airlines in Asia dari sebelumnya berada di peringkat 8 pada ajang penghargaan yang sama tahun sebelumnya, serta berhasil mempertahankan predikat sebagai Best Low-Cost Airline in Indonesia.

Adapun, saat ini Citilink juga kembali membuka layanannya di Bandara Halim Perdanakusuma pascarevitalisasi bandara tersebut.

Sementara itu, induk usahanya, PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) mengklaim mampu mencetak laba senilai US$3,8 miliar atau setara Rp57,38 triliun (kurs Rp15.100) pada Semester I/2022.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan bakal segera melaporkan kinerja positif ini kepada publik. Pencapaian ini, lanjutnya, sebagai imbas hasil Perjanjian Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Hal ini juga ditunjukkan dalam bahan paparan yang dipresentasikannya bahwa Garuda berhasil mencatatkan laba bersih pada Juni 2022 sebesar US$3,81 miliar dikarenakan adanya pendapatan restrukturisasi utang seiring dengan disetujuinya perjanjian perdamaian dalam proses PKPU yang membuat ekuitas membaik menjadi senilai US$1,5 miliar.

“Insya Allah kita akan mengumumkan kepada publik dalam waktu dekat bahwa Garuda, selain kita positif dari segi operasional tetapi juga mencatatkan laba bersih US$3,8 miliar dolar pada Semester I/2022, diakibatkan oleh hasil perjanjian perdamaian yang kita lakukan di dalam PKPU," ujarnya Irfan dalam rapat bersama Komisi XI DPR, Senin (26/9/2022).

Selain itu, Irfan juga dalam paparannya menjelaskan bahwa laba bersih senilai US$ 3,8 miliar itu mayoritas diperoleh dari cancelation of debt yang turun dari US$10 miliar ke US$5 miliar.

"Jadi nilai US$3,8 ini mayoritas diperoleh dari situ, yaitu cancelation of debt. Jadi utang yang turun dari US$10 miliar ke US$5 miliar menjadi salah satu penyebab utamanya demikian juga dengan kinerja ekuitasnya,” jelasnya.

Dengan angka tersebut, Irfan pun optimistis bahwa kinerja Garuda Indonesia pada tahun ini juga semakin gemilang. Secara grafik, pada 2022 ini, garis biru sudah mulai menunjukkan peningkatan di atas garis merah. Kurva ini yang menunjukkan perseroan bisa makin profitable.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

citilink maskapai penerbangan skytrax
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top