Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tol Laut Pelni Angkut 20 Kontainer Minyak Goreng ID FOOD ke Morotai

KM Lognus 5 mengangkut 211 TEUS dry container dan 9 reefer container.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 26 September 2022  |  09:21 WIB
Tol Laut Pelni Angkut 20 Kontainer Minyak Goreng ID FOOD ke Morotai
Kapal Logistik Nusantara 4 yang melayani tol laut menurunkan kontainer muatannya saat bersandar di dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (28/6/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- PT Pelayaran Nasional Indonesia (persero) atau Pelni lewat program tol laut yang menggunakan KM Logistik Nusantara 5 mengangkut sebanyak 20 kontainer minyak goreng dari BUMN Holding Pangan ID FOOD.

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Yossianis Marciano menjelaskan muatan minyak goreng tersebut diberangkatkan dari Surabaya dengan tujuan Morotai, Maluku Utara. Pada pelayaran tersebut, terangnya, KM Lognus 5 mengangkut 211 TEUS dry container dan 9 reefer container. Dari jumlah tersebut, 36 kontainer merupakan muatan minyak goreng, dengan 20 kontainer diantaranya adalah minyak goreng dari Holding Pangan ID FOOD.

"Untuk 36 kontainer, totalnya 674.400 liter, dengan 392.140 liter diantaranya milik ID FOOD," jelasnya, Senin (26/9/2022).

KM Lognus 5 sendiri merupakan satu dari enam kapal Tol Laut milik Pelni dengan daya angkut 225 TEUS kontainer kering dan 10 TEUS kontainer reefer. Dari total 10 trayek penugasan Tol Laut dari Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan RI, KM Lognus 5 sendiri mengisi rute T-10 dengan jalur Tg. Perak – Tidore – Morotai - Galela - Buli – Maba – Weda – Tg. Perak.

Dari data per 22 September 2022, KM Lognus 5 menunjukan kinerja terbaik sepanjang 2022 dengan total mengangkut 1.523 TEUS muatan berangkat dan 765 TEUS muatan balik dengan capaian load factor sevesar 132 persen. Muatan bahan pokok yang paling banyak diangkut antara lain beras, minyak goreng, telur dan air mineral.

Trayek T-10 merupakan trayek paling ramai. Dia mengharapkan bantuan pemerintah daerah untuk mempromosikan kehadiran kapal Tol Laut kepada pelaku usaha di wilayah masing-masing. Harga angkutan dengan kapal Tol Laut disubsidi oleh Pemerintah diharapkan dapat menurunkan ongkos logistik ke wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha mengatakan sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang Dari Dan Ke Wilayah Tertinggal, Terpencil, Terluar, Dan Perbatasan (T3P), Pemerintah terus berupaya dalam pemenuhan kebutuhan barang pokok dan penting diantaranya Minyak Goreng bagi masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

"Oleh karena itu Kementerian Perhubungan bersama dengan Kementerian Perdagangan bersinergi bersama dengan ID FOOD melanjutkan pendistribusian Minyak goreng kemasan MINYAKITA yang manfaatnya sudah lebih dulu dirasakan saudara-saudara kita yang tinggal di Provinsi Papua, Maluku dan NTT," jelasnya.

Arif meminta Kementerian Perdagangan dan Pemda agar melakukan pengawasan terhadap harga jual MINYAKITA di Provinsi Maluku Utara, sehingga upaya untuk menekan disparitas harga dan pemenuhan kebutuhan Bapokting di daerah dapat tercapai.

"Saya ingatkan kembali kepada para pengguna Tol Laut agar selalu mematuhi ketentuan yang sudah ditetapkan. Barang-barang yang dikirim melalui Kapal Tol Laut tentunya harus lebih murah harga jualnya di wilayah 3TP," tekannya.

Sebagai informasi, sebelumnya sebanyak 1.200 Ton atau sekitar 1,3 juta liter minyak goreng kemasan diangkut menggunakan kapal tol laut KM. Kendhaga Nusantara 12, dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju ke sejumlah daerah di wilayah Timur Indonesia, diantaranya yakni ke Papua, Maluku, dan NTT.

Pendistribusian minyak goreng dilaksanakan melalui Program Gerai Maritim yang bersinergi dengan Program Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang di Laut (Tol Laut) Ke Wilayah 3TP yang merupakan sinergi dari Kemendag, Kemenhub, dan ID FOOD selaku BUMN pangan pemasok MinyaKita, serta PT Bina Karya Prima (BKP) selaku produsen minyak goreng.

Dengan upaya ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga barang/logistik seperti minyak goreng, khususnya di daerah wilayah terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan (3TP).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tol Laut pelayaran industri pelayaran emiten pelayaran logistik biaya logistik industri logistik
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top