Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkeu AS Rilis Rancangan Pedoman Pembatasan Harga Minyak Rusia

Pembatasan diberlakukan pada perusahaan swasta dengan mewajibkan bukti bahwa minyak Rusia dijual pada atau di bawah harga yang ditetapkan oleh AS.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 10 September 2022  |  11:26 WIB
Kemenkeu AS Rilis Rancangan Pedoman Pembatasan Harga Minyak Rusia
Rangkaian kereta pengangkut minyak mentah, bahan bakar, dan gas cair dalam posisi miring di stasiun kereta Yanichkino, menuju ke kilang Gazprom Neft PJSC Moscow di Moskow, Rusia - Bloomberg/Andrei Rudakov
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Amerika Serikat (AS) pada Jumat (9/9/2022) mengeluarkan rancangan pedoman kepatuhan untuk pembatasan harga minyak dari Rusia.

Dilansir dari Bloomberg pada Sabtu (10/9/2022), pedoman yang dikeluarkan oleh Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) memberlakukan pembatasan pada perusahaan swasta dengan mewajibkan bukti bahwa minyak Rusia dijual pada atau di bawah harga yang ditetapkan oleh AS.

Panduan ini ditujukan untuk perusahaan asuransi dan keuangan yang memfasilitasi perdagangan minyak internasional.

 Pembatasan diperkirakan akan mulai berlaku pada 5 Desember 2022 untuk minyak mentah dan 5 Februari 2023 untuk produk minyak bumi. Ini sejalan dengan penerapan larangan Uni Eropa (UE) atas layanan yang terkait dengan minyak dan produk olahan yang diangkut melalui laut.

Nantinya, berdasarkan pernyataan OFAC, kebijakan tersebut bergantung pada pencatatan dan proses pengesahan yang memungkinkan para pelaku dalam rantai pasokan minyak laut Rusia untuk membuktikan atau mengonfirmasi bahwa minyak dibeli pada atau di bawah batas harga.

Adapun, pihak-pihak dengan akses langsung ke informasi harga dalam kegiatan bisnis reguler, seperti pialang komoditas dan penyulingan, perlu untuk menyimpan dokumen yang menunjukkan bahwa minyak Rusia yang dikirim melalui laut dibeli pada atau di bawah batas harga. Kemudian, minyak tersebut harus didistribusikan.

Perusahaan yang tidak memiliki akses langsung ke informasi harga harus meminta pengesahan pelanggan — pelanggan berjanji untuk tidak membeli minyak Rusia di atas harga batas.

“Proses pencatatan dan pengesahan ini dirancang untuk menciptakan ‘pelabuhan yang aman’ bagi penyedia layanan dari tanggung jawab atas pelanggaran sanksi,” kata OFAC, yang dikutip dari Bloomberg pada Sabtu (10/9/2022).

Pernyataan tersebut juga memperingatkan penyedia layanan untuk memperhatikan “tanda bahaya” tertentu yang menunjukkan kemungkinan pelanggaran batas harga, termasuk penolakan atau keengganan untuk memberikan informasi harga, syarat pembayaran yang luar biasa menguntungkan, dan indikasi dokumen pengiriman yang dipalsukan.

Diketahui, pedoman itu datang beberapa jam setelah para pejabat mengatakan Rusia akan memiliki insentif ekonomi untuk berpartisipasi.

Wakil Menkeu Wally Adeyemo menekankan pada Jumat bahwa UE dan negara-negara G7 menyumbang 90 persen dari asuransi pengiriman global serta sebagian besar layanan pembiayaan dan pembayaran ke pasar.

“Kami G7 bekerja untuk membuat perusahaan mematuhi batasan harga minyak dan juga memberlakukan konsekuensi jika mereka berusaha untuk menghindarinya,” tegas Adeyemo.

Anggota Kemenkeu lainnya, Ben Harris berkata, “Kami benar-benar membutuhkan kerja sama dari sektor swasta untuk memfasilitasi perdagangan ini.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Perang Rusia Ukraina amerika serikat harga minyak mentah wti minyak mentah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top