Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Minat Investasi Perusahaan China, Bahlil: Masih Butuh Polesan

Kementerian Investasi/BKPM membagikan 20 daftar perusahaan asal Jepang dan Korea Selatan yang minat berinvestasi di Indonesia, lalu bagaimana dengan China?
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 08 Agustus 2022  |  18:31 WIB
Soal Minat Investasi Perusahaan China, Bahlil: Masih Butuh Polesan
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam acara webinar Mid Year Economic Outlook 2022: Prospek Pemulihan Ekonomi Indonesia di Tengah Perubahanan Geopolitik Pascapandemi di Jakarta, Rabu (3/8 - 2022).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Investasi/BKPM baru-baru ini membagikan 20 daftar perusahaan asal Jepang dan Korea Selatan yang minat berinvestasi di Indonesia, sebagai oleh-oleh lawatan Presiden Joko Widodo ke tiga negara Asia Timur yakni China, Jepang dan Korea Selatan beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, dari hasil lawatan tersebut belum ada informasi mengenai 'oleh-oleh' yang dibawa dari negeri tirai bambu tersebut.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan informasi terkait komitmen investasi dari China lantaran itu menjadi salah satu kesepakatan internal.

"Yang bisa saya umumkan itu adalah Jepang dan Korea Selatan.  Tapi kalau RRT masih butuh polesan dikit," katanya kepada awak media di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Senin (8/8/2022).

Dia menuturkan, tidak ada kendala mengenai perusahaan China yang akan berinvestasi di Indonesia, melainkan masih ada negosiasi yang perlu dilakukan. Sehingga, kata dia, kesepakatan belum tercapai jika kepentingan Indonesia belum tercapai.

"Kan kita harus memperjuangkan kepentingan negara sebesar-besarnya. Kalau kita belum deal, kalau kepentingan negara kita belum deal ya jangan dulu," ujarnya.

Kemudian, saat ditanya berapa banyak perusahaan asal China yang minat berinvestasi di Indonesia, Bahlil mengklaim  angkanya lebih banyak dari perusahaan Jepang dan Korea.

"Lebih banyak, bidangnya macam-macam ada pertambangan, hilirisasi, pariwisata perikanan, macam-macam. [Ada]15 [perusahaan yang berminat]," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah sukses membawa pulang komitmen investasi senilai US$5,2 miliar atau setara Rp75,4 triliun dari Jepang dan  US$6,72 miliar atau setara Rp100,69 triliun dari Korea Selatan.

Adapun 20 perusahaan asal Jepang dan Korea Selatan tersebut sebelumnya telah diseleksi oleh Kementerian Investasi/BKPM, yang dinilai dapat memberikan kontribusi terhadap kegiatan investasi di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bahlil lahadalia investasi china kementerian investasi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top