Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed, Chatib: Perlu Kalibrasi Ekonomi di Negara Berkembang

Negara berkembang perlu melakukan kalibrasi ekonomi sebagai antisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 03 Agustus 2022  |  18:30 WIB
Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed, Chatib: Perlu Kalibrasi Ekonomi di Negara Berkembang
Pengamat Ekonomi M. Chatib Basri. - FB Sri Mulyani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Keputusan bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin diperkirakan dapat memicu perlambatan ekonomi dunia. Untuk itu, negara berkembang perlu melakukan kalibrasi ekonomi. 

Sebagai konteks, inflasi AS telah mencapai 9,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2022. Kenaikan inflasi ini dipicu oleh lonjakan harga komoditas energi dan pangan. Sebagai reaksi, The Fed kembali menaikkan suku bunga acuannya guna meredam inflasi tinggi yang melanda negara tersebut.

Mantan Menteri Keuangan 2013-2014 Chatib Basri  menilai, dari  sisi ekonomi ada kemungkinan terjadinya perlambatan ekonomi lantaran adanya pengetatan siklus moneter tersebut.  

"Apalagi, saat ini banyak negara berkembang menghadapi masalah akibat ketegangan geopolitik yang memicu kenaikan harga pangan," katanya dalam diskusi Emerging Markets: Anticipating Strong Headwinds yang digelar secara virtual, Rabu (3/8/2022).

Sehingga menurutnya, dari sisi fiskal, pemerintah perlu mengalokasikan lebih banyak dana untuk melindungi kelompok rentan sebagai dampak ikutan perlambatan ekonomi. 

Tapi implikasinya adalah, akan ada persyaratan bagi pemerintah untuk menerapkan semacam kebijakan fiskal ekspansif.

"Jadi masalahnya adalah, itu mungkin salah satu masalah besar yang mereka buat, dan kami akan terus berdiskusi di G20 tentang cara mengkalibrasi ulang penarikan ekonomi untuk keluar dari stimulus perspektif negara maju dan juga negara berkembang," ungkapnya.

Sebab menurut dia, negara berkembang perlu melanjutkan ekspansi fiskal dan pada saat yang sama, kita melihat semacam ancaman inflasi di negara maju. "Jadi bagaimana mengkalibrasi ulang masalah ini akan menjadi masalah besar yang perlu kita diskusikan di masa depan," pungkasnya.

Dictio menyebutkan kalibrasi (calibration) adalah pemberian nilai numerik ke parameter model ekonomi sehingga jumlah yang diprediksi untuk variabel seperti PDB menjadi realistis. Prosedur ini digunakan jika statistik yang tersedia tidak memadai untuk memungkinkan penyesuaian ekonometrik suatu model.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi indonesia Pertumbuhan Ekonomi chatib basri
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top