Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masa Depan Koperasi dan Transformasi Digital

Koperasi bisa memanfaatkan teknologi untuk bertransformasi, sehingga lebih kompetitif dengan badan usaha lainnya.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 16 Juli 2022  |  11:22 WIB
Masa Depan Koperasi dan Transformasi Digital
Salah satu koperasi di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, menjual aneka produk UMKM. - Antara/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Koperasi memiliki peran penting membangun perekonomian bangsa melalui ekonomi kerakyatan dengan membantu meningkatkan kesejahteraan bersama para anggotanya. Bahkan koperasi juga dianggap sebagai sokoguru perekonomian Indonesia.

Melalui koperasi, masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan akses permodalan melalui koperasi simpan pinjam. Namun sayangnya, perkembangan bisnis koperasi saat ini masih berjalan lambat.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik di Indonesia, jumlah koperasi aktif di Indonesia memang mengalami peningkatan dari 2011 hingga mencapai puncaknya pada 2017 menjadi 152.174 unit.

Namun, jumlah tersebut anjlok hingga 16,97 persen pada 2018 menjadi 126.343 unit dan kembali menurun pada 2019 menjadi 123.048 unit meski kemudian sedikit meningkat pada 2020 menjadi 127.124 unit.

Adapun jumlah anggota aktif koperasi saat ini baru sekitar 25 juta orang, sangat rendah dibandingkan jumlah masyarakat Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa. Koperasi masih dianggap sebagai lembaga keuangan yang minim inovasi sehingga kalah bersaing dibandingkan dengan lembaga usaha lainya.

Apalagi saat ini jumlah penduduk Indonesia didominasi oleh generasi millenial dan generasi Z yang sangat lekat dengan teknologi digital. Sementara itu, koperasi banyak yang masih dijalankan secara konvensional sehingga dianggap kurang menarik oleh generasi muda ini.

Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengakui kesadaran masyarakat untuk berkoperasi masih sangat rendah sehingga ekosistem koperasi di Indonesia perlu diperbaiki dalam sistem kelembagaannya.

Apalagi sistem koperasi di Indonesia juga masih berjalan dengan citra model lama dan konvensional. Karena itulah dalam pelaksanaan Hari Koperasi Nasional ke-75 di tahun ini, Kemenkop Koperasi dan UKM mengangkat tema Transformasi Koperasi Untuk Ekonomi Keberlanjutan.

“Tema ini merupakan pengejawantahan dari upaya koperasi untuk bertransformasi dari model konvensional menjadi lebih modern dan profesional sehingga koperasi mampu mengembangkan potensinya,” ujarnya.


Dengan bertransformasi menjadi lebih adaptif dengan perubahan dan memanfaatkan penggunaan teknologi, maka koperasi diharapkan bisa sejajar dan lebih kompetitif dengan badan usaha lainnya sehingga dapat menarik minat generasi muda untuk bergabung menjadi anggota koperasi.


Salah satu upaya untuk mendorong proses transformasi koperasi agar lebih adaptif dengan perkembangan teknologi dilakukan oleh perusahaan berbasis teknologi, Kuelap. Produk dan layanan Kuelap sendiri secara khusus didesain untuk memberikan kemudahan dan membantu proses transformasi digital bagi koperasi.


Chief Revenue Officer Kuelap Indonesia, Hanung P. Semiartedy mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen terus mendukung koperasi untuk go digital sehingga dapat terus bertumbuh melalui layanan platform koperasi digital yang dapat diakses di seluruh pelosok Indonesia secara gratis.


Adapun kemudahan yang ditawarkan adalah melalui sistem yang memudahkan proses pengurusan koperasi. Selain itu, mereka juga membantu pengurus dan anggota memantau kondisi kesehatan koperasi melalui beragam indikator yang akurat.


“Aplikasi layanan transaksi digital dan aplikasi untuk pengurus koperasi ini dapat diakses secara online dan offline, termasuk daerah terpencil. Aplikasi ini juga dapat digunakan kapanpun dan dimanapun sehingga dapat membantu menghemat biaya operasional dan membantu membangun ekosistem koperasi di Indonesia,” jelasnya.


Selain itu Kuelap juga menjamin keamanan data Kuelap dibangun menggunakan model sistem keamanan Tier-3 dan sistem keamanan tujuh lapis untuk menjaga keamanan data para pengguna. Saat ini Kuelap telah terdaftar, diawasi, dan berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI).


Endro Sugiyanto, Ketua Koperasi Citra Marga mengatakan bahwa pihaknya sudah ingin mentransformasi dan memanfaatkan teknologi digital koperasi sejak 2 tahun lalu sehingga dapat memudahkan proses laporan keuangan dan pengurusan koperasi.


“Melalui teknologi yang lebih modern ini, akuntabilitas koperasi akan menjadi lebih baik dan terjaga sehingga bisa menumbuhkan rasa kepercayaan anggota karena mereka juga bisa mengetahui jumlah simpanan dan status simpanannya,” ujarnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

koperasi digital BPS kementerian koperasi dan ukm
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top