Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menhub: Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 1,2 Juta Orang per Hari

Menhub Budi Karya Sumadi menargetkan ke depannya jumlah penumpang angkutan KRL Jabodetabek meningkat menjadi 2 juta penumpang setiap harinya.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 20 Juni 2022  |  09:10 WIB
Menhub: Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 1,2 Juta Orang per Hari
Sejumlah penumpang KRL Commuter Line tiba di Stasiun Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Senin (3/1/2022). ANTARA FOTO - Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut jumlah pengguna kereta listrik (KRL) Jabodetabek telah menembus 1,2 juta penumpang per hari.

Menhub Budi Karya Sumadi menargetkan ke depannya jumlah penumpang angkutan KRL Jabodetabek meningkat menjadi 2 juta penumpang setiap harinya.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada soft launching pengoperasian Stasiun Matraman, Jakarta, Minggu (19/6/2022).

"Saat ini, pengguna kereta listrik Jabodetabek sudah 1,2 juta penumpang per hari. Ke depan akan terus kita tingkatkan hingga 2 juta penumpang per hari. Insya Allah dalam 2-3 tahun ini bisa kita lakukan," ucap Budi Karya dikutip dari siaran pers.

Oleh sebab itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mendorong peningkatan pelayanan angkutan Jabodetabek dengan membangun Double-Double Track (DDT), mempersingkat headway (waktu tunggu kedatangan antar kereta) menjadi tiga menit, dan merevitaliasi stasiun.

Adapun, pembangunan stasiun Matraman merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan angkutan massal KRL Jabodetabek. Stasiun tersebut berada di posisi strategis antara dua stasiun KRL tersibuk yaitu Stasiun Jatinegara dan Stasiun Manggarai.

Dengan adanya Stasiun Matraman, diharapkan dapat mereduksi kepadatan volume penumpang KRL dan menunjang kelancaran mobilitas masyarakat yang akan naik turun KRL di daerah Matraman, Kampung Melayu, Jatinegara dan Manggarai.

"Kami ingin angkutan massal menjadi angkutan prioritas bagi masyarakat. Saat ini kereta api sudah menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan dan aglomerasi," kata Menhub.

Untuk diketahui, pembangunan stasiun Matraman merupakan bagian dari Megaproyek Double-Double Track (DDT) Manggarai - Cikarang.

Stasiun Matraman mulai dibangun pada 2016 silam oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub dengan anggaran senilai Rp34 Miliar. Pendanaan anggaram berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), yang sekaligus menjadi sumber biaya keseluruhan pembangunan dari Proyek DDT Manggarai - Cikarang.

Stasiun Matraman memiliki dua jalur KA dengan satu buah peron sepanjang 250 meter dan lebar 5 meter. Bangunan Stasiun Matraman terdiri dari 2 lantai dengan Luas Bangunan 3.010 meter persegi.

Tidak hanya itu, Stasiun Matraman juga dilengkapi dengan fasilitas dua unit eskalator, satu unit lift, dan dua tangga manual. Selain itu stasiun tersebut dilengkapi dengan area parkir seluas 2.625 meter persegi.

Stasiun Matraman ditargetkan dapat melayani penumpang KRL Commuter Line hingga 10.000 penumpang per hari. Pada masa percobaan beberapa waktu lalu, stasiun ini telah melayani naik-turun penumpang sebanyak 1.200 penumpang per hari.

Nantinya, stasiun Matraman juga akan terintegrasi dengan Halte Bus Transjakarta yang melayani tiga koridor yaitu Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, dan Senen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub menhub krl krl jabodetabek
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top