Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Di Tengah Kasus Mafia Minyak Goreng, Migor Curah Malah Langka. Inkopas: Pemerintah Takut!

Produksi minyak goreng curah sebagai program menangani kelangkaan minyak masih mengalami problem di lapangan. Pedagang merasa komoditas tersebut semakin langka.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 19 April 2022  |  20:45 WIB
Petugas PT Food Station Tjipinang Jaya mendistribusikan minyak goreng curah khusus untuk pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur pada Rabu (30/3/2022). - Food Station
Petugas PT Food Station Tjipinang Jaya mendistribusikan minyak goreng curah khusus untuk pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur pada Rabu (30/3/2022). - Food Station

Bisnis.com, JAKARTA-Sekretaris Jenderal Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkopas) Ngadiran mengungkapkan pemerintah terlalu takut terhadap mafia minyak goreng.

Bahkan, Ngadiran menuding Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Presiden Jokowi takut kepada para produsen minyak goreng. Hal tersebut  merespon kelangkaan minyak goreng (Migor) curah di pasaran.

“Menterinya ketakutan, presidennya juga. Enggak ada nyali. Rakyat sekarang dikasih permen kan, BLT minyak goreng, lah minyak gorengnya gak ada,” ujar Ngadiran kepada Bisnis, Selasa (19/4/2022).

Ngadiran mengatakan pihaknya sudah beberapa bulan tidak memperoleh pasokan minyak goreng curah dari produsen. Dia pun mengaku dua bulan lalu sudah melayangkan surat kepada Menteri Perdagangan dan pihak terkait namun tidak direspons.

“Sejerigen aja belum dapat apalagi satu tengki. Saya sudah mengirim surat dua bulan lalu ke Mendag, ke RNI, ke PT PI, penyalurannya di sana kan katanya sama RNI. Dijanjiin tapi gak jelas,” kata.

Menurut dia, dalam surat tersebut meminta Kemendag juga melibatkan koperasi untuk menstabilkan harga migor curah di pasaran.

“Saya mau jawab apa kalau mengirim surat saja tidak ditemui, sudah buat permohonan, surat pernyataan integritas, PO sudah dibuat,” lanjut sekjen organisasi yang beranggotakan 2.689 koperasi pedagang di 20 provinsi tersebut.

Ngadiran bercerita, alasan produsen tidak menyalurkan minyak goreng curah lantaran sulitnya angkutan untuk distribusi. Oleh karena itu, pihaknya bergegas menyediakan truk pengangkutnya. Namun, minyak goreng curah tak kunjung datang.

“Katanya mobil (untuk distribusi) sulit tapi kita sudah sediakan. Kata mereka sulit cari mobil, kita udah sediakan 8 mobil. Yang punya mobil sudah langsung berhubungan sendiri,” tutur dia.

“Sampai sekarang jangankan 8 tangki, satu jeriigen aja tidak dapat. Kita ingin beli kok, bukan minta,” imbuh Ngadiran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak sawit minyak goreng pedagang pasar
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top