Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produktivitas Anjlok, Pakar Minta Percepat Impor Gula Konsumsi Hingga Bawang Merah

Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah meminta rekomendasi impor dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membuka impor bawang merah pada awal bulan ini.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 23 Maret 2022  |  11:56 WIB
Bawang merah - istimewa
Bawang merah - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Pakar pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori meminta pemerintah untuk mempercepat proses impor komoditas pangan strategis yang rawan bergejolak saat lebaran nanti. Percepatan impor itu mesti dilakukan di tengah kendala pengapalan dan keterbatasan pasokan di luar negeri.

Sejumlah barang kebutuhan pokok atau bapok yang menjadi sorotan lantaran belum dapat dipenuhi di dalam negeri di antaranya kedelai, gula konsumsii, daging sapi hingga bawang putih. Selain itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah meminta rekomendasi impor dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membuka impor bawang merah pada awal bulan ini.

“Kalau memang butuh dan tidak ada barangnya ya harus impor, saat ini impor tidak mudah di tengah Covid-19 banyak faktor yang tidak bisa kita kendalikan, yang biasanya normal 1,5 bulan sekarang impor bisa tertunda lama,” kata Khudori melalui sambungan telepon, Selasa (22/3/2022).

Menurut dia, pemerintah dapat mengambil opsi impor bawang merah karena produktivitas di sentra produksi yang menurun selama panen raya pada awal tahun ini. Manuver impor itu, kata dia, menjadi kebijakan jangka pendek untuk mengantisipasi gejolak harga pada lebaran nanti.

“Dalam jangka pendek tidak bisa untuk menanam itu butuh waktu, pasti harus impor untuk jangka menengah nantinya harus ada sinkronisasi kebutuhan dan luas lahan pertanian,” kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah mengantisipasi reli kenaikan sebagian besar barang kebutuhan pokok atau Bapok menjelang lebaran nanti. Adapun reli kenaikan harga Bapok itu dipicu anjloknya produksi dalam negeri hingga fluktuasi harga bahan baku pangan yang masih tergantung impor.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan menuturkan dirinya tengah mengkhawatirkan kenaikan harga bawang merah dan cabai yang belakangan naik signifikan akibat anjloknya produksi dua komoditas itu di sejumlah sentra produksi. Malahan, Oke menuturkan, dirinya sudah bersurat ke Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meminta izin impor di tengah potensi gejolak harga bawang merah saat lebaran nanti.

“Perdagangan kan enggak boleh impor tanya ke Kementan, dari pada harga tinggi ya impor tapi saya kan tidak melakukan importasi, mereka merekomendasikan enggak impor? Kalau enggak rekomendasi, ga keluar-keluar biarin aja masyarakat dirugikan tapi jangan salahkan Kemendag,” kata Oke kepada Bisnis, Jumat (11/3/2022).

Berdasarkan data Kemendag per Kamis (10/3/2022), harga bawang merah sudah di angka Rp37.000 per kilogram atau naik 13,85 persen secara bulanan. Kenaikan harga bawang merah disebabkan karena turunnya produktivitas bawang merah mencapai 50 persen menjadi 4 ton per hektar di sebagian besar sentra produksi seperti Brebes, Bima, Solok, Nganjuk, dan Probolinggo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan bawang merah impor pangan
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top