Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

TubanPetro Genjot Kapasitas Produksi Paraxylene dan Benzene

Salah satu proyek pengembangan yang berjalan yaitu proyek revamping aromatik. Pada 20 Desember 2021, PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), anak usaha TubanPetro, telah menyelesaikan Outside Battery Limit (OSBL) Proyek Revamping Aromatik.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang memastikan langsung proyek revamping di PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, 8 Oktober 2020. Pembangunan proyek ini perlu diakselerasi karena akan mendukung program substitusi impor dan penguatan struktur di sektor industri petrokimia. /Kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang memastikan langsung proyek revamping di PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, 8 Oktober 2020. Pembangunan proyek ini perlu diakselerasi karena akan mendukung program substitusi impor dan penguatan struktur di sektor industri petrokimia. /Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA — PT Tuban Petrochemical Industries (TubanPetro) bersama sejumlah anak usahanya melanjutkan upaya peningkatan kapasitas produksi.

Salah satu proyek pengembangan yang berjalan yaitu proyek revamping aromatik. Pada 20 Desember 2021, PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), anak usaha Tuban Petro, telah menyelesaikan Outside Battery Limit (OSBL) Proyek Revamping Aromatik.

Melalui proyek tersebut TPPI akan mampu meningkatkan kapasitas produksi paraxylene dari 600.000 ton menjadi 780.000 ton setiap tahun. Selain itu juga meningkatkan kapasitas produksi benzene dari 440.000 ton menjadi 500.000 ton per tahun.  

Direktur Utama PT Tuban Petrochemical Industries, Sukriyanto, menjelaskan bahwa revamping Kilang TPPI adalah salah satu batu loncatan penting dari serangkaian langkah-langkah yang disepakati dalam Perjanjian antara Menteri Keuangan Republik Indonesia dan PT Pertamina (Persero) pada Agustus 2018, dalam rangka pengembangan industri petrokimia nasional.

"Langkah tersebut diawali dengan pengambilalihan Tuban Petro oleh Menteri Keuangan dan Pertamina, peningkatan kepemilikan saham di TPPI dan sekaligus memberikan tambahan modal untuk peningkatan kapasitas kilang serta inisiasi beberapa proyek pengembangan pada anak perusahaan TubanPetro lainnya," ucap Sukriyanto dalam keterangannya, Jumat (24/12/2021).  

Dalam penyelesaian OSBL berupa 5 unit tangki yang berfungsi tidak hanya untuk mendukung keseluruhan proyek revamping aromatik, tetapi juga dapat meningkatkan fleksibilitas operasional Kilang TPPI. Penyelesaian OSBL ini termasuk pembangunan 5 unit tangki, lengkap dengan sistem perpipaan, kelistrikan, instrumentasi dan safety.

Pembangunan OSBL yang telah selesai dan diuji coba terdiri atas 3 tangki kapasitas 40.000 kilo liter, 1 tangki kapasitas 38.000 kilo liter, dan 1 tangki kapasitas 15.200 kilo liter. Semuanya sudah mulai digunakan dalam operasi Kilang TPPI sejak 18 Desember 2021.

Diketahui, pengembangan dari Kilang TPPI dibagi menjadi dua bagian utama. Pertama, Proyek Revamp TPPI guna memaksimalkan produksi paraxylene. Lalu, yang kedua adalah proyek olefin TPPI dimana dalam rancangannya mengintegrasikan kebutuhan kilang olefin dari kilang TPPI eksisting dengan kilang-kilang Pertamina yang ada. Dengan demikian, dapat meningkatkan keekonomian proyek dan juga kilang TPPI.  

Perluasan kapasitas produksi di usaha TubanPetro yang lain, yakni Polytama Propindo, juga paralel dilakukan. Polytama telah menunjuk Basell Poliolefine Italia S.r.l (LyondellBasell) sebagai penyedia lisensi teknologi proses polipropilena yaitu Spheripol untuk Proyek Polipropilena Balongan (Proyek PP Balongan).  

Sukriyanto menyampaikan, Polytama sebagai salah satu produsen resin polipropilena terbesar di Indonesia akan memulai Proyek PP Balongan sebagai upaya penambahan kapasitas produksi resin polipropilena dalam negeri. Proyek Polipropilena Balongan ini adalah proyek pembangunan Plant polipropilena kedua Polytama dengan kapasitas terpasang sebesar 300.000 MTPA.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper