Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tol Kapal Betung Ditarget Rampung Agustus 2023

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menargetkan Seksi 2 dan 3 ruas Tol Kayu Agung–Palembang–Betung atau Kapal Betung bisa selesai di Agustus 2023.
Foto udara pengerjaan proyek jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) seksi II, di wilayah Desa Babatan Saudagar, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, Selasa (15/8)./ANTARA-Nova Wahyudi
Foto udara pengerjaan proyek jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) seksi II, di wilayah Desa Babatan Saudagar, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, Selasa (15/8)./ANTARA-Nova Wahyudi

Bisnis.com, PALEMBANG – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menargetkan Seksi 2 dan 3 ruas Tol Kayu Agung–Palembang–Betung atau Kapal Betung bisa selesai di Agustus 2023.

Sekretaris BPJT Triono Junoasmono mengatakan bahwa Tol Kapal Betung yang telah beroperasi adalah seksi 1A Kayuagung–Jakabaring dan Seksi 1B Jakabaring–Jalintim, dengan total panjang 42,5 kilometer.

Adapun, Seksi 2 Jalintim–Musi Landas sepanjang 24,9 kilometer dan Seksi 3 Musi Landas–Betung sejauh 44,29 kilometer masih dilakukan konstruksi.

“Kedua seksi itu dengan total panjang 69,19 kilometer ditargetkan bisa selesai di Agustus 2023,” katanya saat meninjau Tol Trans Sumatra, Rabu (3/11/2021).

Tol Kapal Betung sendiri memiliki total panjang 111,69 kilometer yang dikerjakan oleh PT Waskita Sriwijaya Toll, yang merupakan anak perusahaan dari PT Waskita Toll Road.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Waskita Sriwijaya Toll Herwidiakto mengatakan bahwa pembangunan ruas tol Kayu Agung–Palembang–Betung menelan investasi sebesar Rp22,16 triliun.

Per 31 Oktober, progres konstruksi Seksi 2 ruas Jalintim–Musilindas telah mencapai 32,77 persen, dan untuk seksi seksi 3 Musi Landas–Betung konstruksinya telah capai 6,4 persen.

“Untuk pembebasan lahan, progresnya Seksi 2 telah mencapai 89,98 persen, dan Seksi 3 capai 53,45 persen,” ucapnya.

Dia menuturkan, persoalan pembebasan lahan di ruas tersebut menjadi salah satu kendala yang menghambat percepatan pembangunan. Pembebasan lahan untuk pekerjaan tahap II spot-spot tersebut  masih menggunakan B to B, yakni Sta 42+500–Sta 96+000 baru dibebaskan 68 persen.

Lalu pembebasan lahan untuk pekerjaan tahap Sta 96+000–111+690 yang belum bebas menggunakan TPT.

“Jadi ada revisi penlok B to B menjadi TPT. Untuk B to B ini ada konsekuensi dalam pembebasan lahan, di mana masyarakat yang tidak mau melepas lahannya maka dilakukan konsinyasi. Karena ada risiko konsinyasi, maka kami izin ke Bina Marga untuk melakukan TPT. Ini memang membutuhkan waktu yang cukup panjang,” tuturnya.

PT Waskita Sriwijaya Toll sendiri berkomitmen untuk merampungkan ruas Tol Kayu Agung–Palembang–Betung (Kapal Betung). Saat ini, progres pembangunan tol telah menggunakan dana internal melalui equity induk usaha, yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk. sebesar Rp14,2 triliun.

Sesuai keputusan DPR, Waskita Karya akan mendapat penyertaan modal Negara (PMN) senilai Rp7,9 triliun pada 2021, dan Rp3 triliun pada tahun depan. Badan usaha jalan tol (BUJT) itu pun berkomitmen untuk mengalokasikan Rp5 triliun untuk menyelesaikan ruas Tol Kapal Betung.

Herwidiakto, Direktur Utama PT Waskita Sriwijaya Toll menuturkan, PMN tersebut terbagi dalam dua tahap, yakni tahap I di Desember 2021 sebesar Rp3 triliun, dan tahap kedua sebesar Rp2 triliun pada Juli 2022.

“Dana tersebut akan digunakan untuk merampungkan proyek Tol Kapal Betung, karena investasi secara total memang sangat besar, yakni mencapai Rp22 triliun. Mudah-mudahan PMN bisa segera terealisasi dan kami bisa selesaikan pekerjaan tahap II sesuai target di 2023. Harapannya sih 2022, tetapi di ruas ini ada 2 jembatan panjang, sehingga tidak mungkin dimajukan ke 2022,” katanya.

Selain itu, Waskita Karya juga bakal menerbitkan obligasi dengan harapan perolehan dana mencapai sekitar Rp1 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan modal kerja pembangunan Tol Kapal Betung.

Herwidiakto menjelaskan, meskipun akan diberikan PMN dan menerbitkan obligasi, namun masih ada kekurangan dana sebesar Rp1,9 triliun untuk memenuhi kekurangan pembiayaan, sehingga membutuhkan mitra strategis.

“Beberapa ada dari China dan dalam negeri yang sudah ikut ingin menutup kekurangan itu. Ini sedang berproses, ada 4 rencananya. Kami optimis bisa dapat mitra strategis. Idealnya perbankan, karena sudah ada kontribusi PMN, sehingga punya daya tarik cashflow. Kami masih punya waktu,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya optimistis bahwa kekurangan pendanaan ini akan segera terpenuhi lantaran pemerintah sudah berkomitmen untuk memberikan PMN dalam proyek tersebut.

“Bank besar, seperti Bank Mandiri yang sudah kami ajak diskusi, kami harap ini deal, karena ini relatif tidak besar kekurangan dananya. Lalu nanti juga kami coba sindikasi dengan bank daerah,” ucap Herwidiakto.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yanita Petriella
Editor : Lili Sunardi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper