Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Primaduta Award 2021: BALIBALI Bawa Sandal Indonesia Tembus Pasar Eropa

Perusahaan importir dan distributor produk sandal dan produk fashion etnik Indonesia di Italia ini awalnya mengimpor sandal, tas rotan, ikat pinggang, dan sarung dengan nama perusahaan BALI BLUE. 
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 28 Oktober 2021  |  12:00 WIB
Foto: dok. BALIBALI
Foto: dok. BALIBALI

Bisnis.com, JAKARTA - Fabio Giuseppe Lanzieri punya keyakinan bahwa produk sandal buatan Bali, Indonesia, memiliki kualitas yang mampu menembus pasar Eropa. Apalagi, produk-produk tersebut dihasilkan oleh pengrajin dengan ketangkasan dan ketelitian yang unggul.

Optimisme itu pula yang membuatnya berani untuk mendirikan BALIBALI pada 2003, setelah melakukan perjalanan ke Pulau Bali. Perusahaan importir dan distributor produk sandal dan produk fashion etnik Indonesia di Italia ini awalnya mengimpor sandal, tas rotan, ikat pinggang, dan sarung dengan nama perusahaan BALI BLUE. 

Setelah itu, perusahaan ini memutuskan untuk merancang koleksi dengan desain Italia dan diproduksi di Indonesia. Langkah ini menjadi titik balik bagi perusahaan yang akhirnya berubah nama menjadi BALIBALI dan menawarkan produk dengan kualitas dan desain yang dibutuhkan di Italia.

“Indonesia, dan terutama Bali dan Jawa, adalah tempat produksi sandal yang paling akurat dan berkualitas, dan ini bagi kami tentu menjadi titik kuat untuk pengembangan kami di pasar dunia,” ungkap Fabio Giuseppe Lanzieri.

Foto: dok. BALIBALI

Menurutnya, selama bertahun-tahun BALIBALI berupaya menyempurnakan produk bekerjasama dengan pengrajin Bali. Gabungan desain Italia dengan kualitas produk yang dibuat di Bali inilah menjadi “senjata utama” BALIBALI untuk menembus pasar dunia. 

Para pengrajin Bali, jelasnya, mampu mengkreasikan potongan-potongan unik dengan tetap mempertahankan kualitas dan homogenitas di setiap model yang diminta. Di samping itu, pihaknya beralih dari bahan baku plastik ke kulit dan mengubah kemasan dengan kotak bunga untuk lebih memperindah produk yang dijual.  

Juga tidak boleh diabaikan adalah kemasan kami yang meningkatkan produk dan memungkinkannya untuk ditempatkan di pasar kelas atas.”

Dalam upaya mempromosikan produk Indonesia, perusahaan telah memasarkan produknya tidak hanya di Italia, tetapi juga di Eropa melalui jaringan agen serta berpartisipasi dalam pameran dagang seperti MOMAD Madrid, WHOSNEXT Paris, MICAM dan WHITESHOW Milan.

Koleksi baru BALIBALI SS22, yang terdiri dari 26 model, ingin merangkul berbagai gaya, mulai dari flat flip-flop dengan bagian atas yang dihiasi manik-manik sebagai aksesoris yang menjadi ciri khas dari BALIBALI hingga penggunaan teknologi dengan cangkang logam emas atau perak yang sebelumnya dilengkapi dengan cangkang alami. Selain itu, terdapat teknik baru juga muncul di sandal yang dihiasi dengan mutiara dan cangkang logam.

Dalam tiga tahun terakhir, BALIBALI sudah mulai mempromosikan produknya melalui laman resmi https://www.balibali.it/ dan e-commerce. BALIBALI juga mempromosikan produknya melalui media sosial antara lain Instagram balibali.it dan Facebook dengan nama akun “Bali Bali”. 

Dengan promosi produk yang giat, penjualan produk BALIBALI terus tumbuh setiap tahunnya. Kinerja pembelian atau impor dari BALIBALI pada 2019 mencapai Rp992,08 Juta. Namun akibat pandemi Covid-19 yang hebat melanda Italia, pembelian pada 2020 turun hingga -51,6% atau hanya Rp445,95 Juta.

Kesulitan terbesar, saat ini untuk masalah Covid-19, adalah biaya pengiriman, yang tumbuh secara eksponensial. Waktu produksi, yang cukup lama untuk produk buatan tangan, juga menjadi masalah, dan untuk alasan ini kami biasanya memasok diri dari tiga pemasok untuk mengurangi waktu,” kata Lanzieri.

Namun, dia tetap optimistis ke depan peluang pasar untuk impor produk dari Indonesia masih terbuka. Pasalnya, Lanzieri mengakui Indonesia memiliki potensi yang kuat di semua produk buatan tangan.

Foto: dok. BALIBALI

Seiring dengan pemulihan ekonomi Italia dan juga dunia, BALIBALI menargetkan pembelian atau impor sandal ke depannya mencapai 10.000 pasang sendal, dengan nilai sekitar 250.000 Euro (setara Rp4,1 miliar).

Kami mencoba mengembangkan penjualan di pasar Rusia dan Amerika melalui kampanye iklan sosial yang ditargetkan. Kami juga meningkatkan sektor B2C, dan melalui situs web kami balibali.it kami menjual e-commerce langsung ke pelanggan akhir,” pungkasnya.

Berkat loyalitas dan dukungannya terhadap produk dan perajin Indonesia, BALIBALI dianugerahi oleh pemerintah Indonesia Penghargaan Primaduta (Primaduta Award) 2021.

Penghargaan Primaduta merupakan salah satu wujud apresiasi Pemerintah Indonesia yang disampaikan oleh Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) kepada para pembeli mancanegara atas dukungan dan loyalitasnya, secara berkesinambungan membeli produk Indonesia, dan memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan ekspor nasional. Penghargaan ini diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan setiap tahun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor impor djpen kemendag Primaduta Award
Editor : Media Digital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top