Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh! Dokumen Impor Tersendat, GINSI: Ratusan Miliar Ikut Melayang

GINSI menyebut ratusan dokumen tersendat menyebabkan importir merugi hingga ratusan miliar.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 13 Juli 2021  |  07:45 WIB
Ilustrasi kapal kontainer -  Bloomberg
Ilustrasi kapal kontainer - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) menuturkan ratusan dokumen importasi tidak bisa terproses akibat adanya gangguan Sistem Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu, sejak Kamis pekan lalu hingga saat ini.

Ketua bidang Logistik dan Perhubungan BPP GINSI Erwin Taufan mengatakan sudah lima hari sistem CEISA tersebut mengalami masalah dan berimbas pada layanan ekspor impor secara nasional, baik yang melalui pelabuhan maupun bandara). Kondisi ini juga menyebabkan biaya logistik nasional melambung.

"Banyak pengaduan dan laporan perusahaan importir anggota GINSI karena kegiatan importasinya tidak bisa terproses dan tersendat akibat CEISA yang sistemnya mengalami gangguan sudah lima hari itu. Pokoknya yang mengajukan dokumen dari hari Kamis pekan lalu hingga sekarang ini importasinya pasti masih tersendat," ujar Taufan dalam siaran pers, Senin (12/7/2021).

Dia mendesak agar pihak Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu dapat segera menyelesaikan masalah tersebut. Apalagi kejadian seperti ini juga seringkali terulang.

Taufan menambahkan untuk dokumen ekspor sudah bisa dilayani secara manual, tetapi untuk impor belum bisa. Rencana perusahaan importir jadi berantakan dan berisiko merugi.

"Kerugiannya bisa mencapai ratusan milliar karena barang terlambat keluar dan harus terkena beban biaya tambahan berupa storage, demurage danlainnya di pelabuhan," ujarnya.

Taufan menegaskan, sebelum melakukan upgrade sistem CEISA ke model terbaru 4.0, seharusnya dapat disiapkan terlebih dahulu backup sistemnya, sehingga saat terjadi trouble tidak mengganggu pada seluruh proses bisnis ekspor impor.

Menurutnya, gangguan pada sistem CIESA menyebabkan layanan kepabeanan seperti pengajuan dokumen impor barang (PIB), billing, pengurusan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB), nota pelayanan ekspor (NPE) secara online tidak bisa terproses.

"Kalau dilayani manual dan harus datang ke loket itu kan sama halnya menciptakan kerumunan. Padahal sekarang ini masih diberlakukan PPKM," tegasnya.

Berdasarkan informasi dari CEISA Command Center, menyebutkan sehubungan dengan masih berjalannya proses pemindahan data dari DC ke DRC yang masih memerlukan waktu lebih lama, maka aplikasi belum dapat diakses hingga proses pemindahan data tersebut selesai.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik importir ginsi
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top