Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menko Perekonomian 'Kekeuh' Ekonomi RI Tumbuh 7 Persen di Kuartal II/2021

Airlangga yakin dengan adanya PPnBM dan PPN ditanggung pemerintah ini akan membawa ekonomi Indonesia ke arah yang positif.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 15 Mei 2021  |  12:25 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto / Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tetap optimistis bahwa tren pertumbuhan ekonomi menuju ke arah positif. Untuk kuartal II/2021, Airlangga memperkirakan perekonomian Indonesia bisa tumbuh positif hingga 7 persen.

Sebelumnya, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I/2021 sebesar 0,74 persen. Tren ke arah positif, menurut Airlangga, ditandai oleh sejumlah indikator seperti Purchasing Manager’s Index (PMI) sebesar 54,6, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di zona optimistis yatu 101,5, dan kinerja ekspor dan impor yang sudah membaik.

Lalu, belanja pemerintah tumbuh positif, serta beberapa sektor yang tumbuh positif seperti informasi dan komunikasi, jasa kesehatan, pertanian, properti dan industri.

“Dengan adanya PPnBM dan PPN ditanggung pemerintah ini sekarang sudah ke arah yang positif, dan terjadi kenaikan yang cukup tinggi. Kita lihat PMTB sudah mendekati 0 atau -0,23, eskpor 6,74 persen, bahkan lebih tinggi dari pre-Covid demikian juga impor barang modal dan konsumsi 5,27 persen,” jelas Airlangga dalam video conference, Sabtu (15/5/2021).

Adapun, Airlangga mengungkapkan lonjakan kasus Covid-19 harus dicegah jika ingin menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Sebagai ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), dia mengatakan pemerintah telah mengambil sejumlah tindakan, terutama pasca periode pelarangan mudik Idulfitri 1442 H.

Contohnya, instruksi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berupan random test di sejumlah titik menuju Jakarta dengan mandatory test PCR dan rapid antigen. “Nah, itu dari Sumatera menuju Jakarta dengan mandatory PCR maupun antigen di 21 titik lokasi di Provinsi Jawa menuju Jakarta, juga yang terkait di [Pelabuhan] Bakauheuni,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi indonesia airlangga hartarto Covid-19 KPCPEN
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top