Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kata Pengusaha, Pemulihan Manufaktur Tak Melulu Soal Insentif

Sejumlah sektor manufaktur yang saat ini masih membutuhkan dorongan antara lain tekstil, sepatu, elektronika, dan lainya yang umumnya lebih banyak bergantung konsumsi pasar dalam negeri ketimbang ekspornya.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 12 Mei 2021  |  16:38 WIB
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani (kiri) bersama dengan Wakil Ketua Umum Shinta Widjaja Kamdani saat Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO 2020 yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Rabu (12/8/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani (kiri) bersama dengan Wakil Ketua Umum Shinta Widjaja Kamdani saat Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO 2020 yang dilakukan secara virtual di Jakarta, Rabu (12/8/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menilai pemulihan industri manufaktur tak hanya bisa bergantung dari sisi stimulus saja.

Kendati demikian, stimulus merupakan salah satu upaya yang sejauh ini cukup manjur dalam mendorong pemulihan sektor tertentu seperti otomotif dengan kebijakan diskon PPnBM.

"Memang manufaktur jika tidak disuntik insentif tertentu seperti otomotif itu akan sulit, tetapi stimulus tidak menjadi satu-satunya karena efektivitas pendukungnya juga menentukan," katanya dalam diskusi virtual, Rabu (12/5/2021).

Shinta menyebut sejumlah sektor manufaktur yang saat ini masih membutuhkan dorongan antara lain tekstil, sepatu, elektronika, dan lainya yang umumnya lebih banyak bergantung konsumsi pasar dalam negeri ketimbang ekspornya.

Untuk itu, efektivitas pendukung sebagai pendorong pemulihan sektor tersebut di antaranya dari peningkatan konsumsi kelas menengah, normalisasi kinerja riil dan informal dengan segera meniadakan berbagai bentuk batasan ini yang harus segera dijalankan.

Menurut Shinta pengendalian pandemi masih menjadi kunci salah satunya dengan kebijakan tepat yakni pelarangan mudik. Pasalnya, tentu Indonesia tidak ingin seperti India yang saat ini mengalami Tsunami Covid-19.

"Meski dari sisi pengusaha terutama sektor tranposrtasi dan wisata akan kembali menerima dampak tetapi memang tidak ada pilihan. Pengendalian Covid-19 ini harus clear diikuti dengan prokes yang ketat dan selanjutnya percepatan vaksinasi harus didorong," ujar Shinta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur apindo stimulus
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top