Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luhut: Presiden Mau APBN untuk Urusan Kemiskinan, SWF untuk Infrastruktur

Luhut menjelaskan bahwa SWF atau Indonesia Investment Authority (INA) sudah mulai bekerja setelah sebelumnya telah dipilih dewan pegawas dan dewan gubernurnya. Komitmen yang sudah didapatkan pun sebesar US$9,5 miliar dan dari pemerintah US$5 miliar.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  11:39 WIB
Sebelum ke UEA dan Arab Saudi, Menko Luhut dan Menteri BUMN Erick Thohir juga melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang, untuk meminta dukungan bagi pembentukan SWF Indonesia.  - ANTAR
Sebelum ke UEA dan Arab Saudi, Menko Luhut dan Menteri BUMN Erick Thohir juga melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang, untuk meminta dukungan bagi pembentukan SWF Indonesia. - ANTAR

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Invesatasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah merencanakan agar pengaturan keuangan tidak hanya berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sovereign Wealh Fund (SWF) juga harus berperan.

“Presiden ingin APBN itu ngurus rakyat, kemiskinan. Infrastruktur lahir dari sini [SWF). Dan sekarang peminatnya sudah banyak sekali,” katanya melalui diskusi bertajuk Economic Outlook 2021, Kamis (25/2/2021).

Luhut menjelaskan bahwa SWF atau Indonesia Investment Authority (INA) sudah mulai bekerja setelah sebelumnya telah dipilih dewan pegawas dan dewan gubernurnya.

Komitmen yang sudah didapatkan pun sebesar US$9,5 miliar dan dari pemerintah US$5 miliar. Proyek yang disasar untuk awal ini adalah proyek jalan tol, pelabuhan, dan bandara.

“Tapi kan banyak BUMN aset yang bagus. Seperti Presiden mau US$100 miliar. Tingggal kita backdoor listing perusahaan sehingga membuat valuasi lebih tinggi. Itu membuat kredibilitas kita lebih bagus,” jelasnya.

Konsep pendanaan SWF terdiri atas dua jenis, yaitu master fund dan thematic fund. Untuk yang pertama, ada US DFC yang sudah mengirim surat ketetarikan. Lalu JBIC yang sudah mengirim MoM dan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) yang masih menunda formasi.

Sedangkan thematic fund terdiri atas CDPW Kanada (surat ketertarikan komitmen informal mencapai US$2 miliar), APG Netherland (surat ketertarikan dengan potensial US$1,5 miliar), GIC Singapore (kemungkinan mengikuti diskusi), dan Macquarie (menawarkan sebagai manajer pendaan dengan kontribusi potensial US$300 miliar).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan SWF Indonesia
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top