Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Sentral China Bakal Jaga Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur PBOC Yi Gang, yang menandakan bank sentral akan melanjutkan sikap kebijakan yang telah dilakukan selama ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  13:41 WIB
Yi Gang, Gubernur Bank Sentral China (PBOC) - Reuters
Yi Gang, Gubernur Bank Sentral China (PBOC) - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – People’s Bank of China (PBOC) menyatakan akan berupaya menyeimbangkan antara dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan meminimalisir risiko yang muncul.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur PBOC Yi Gang, yang menandakan bank sentral China tersebut akan melanjutkan sikap kebijakan yang telah dilakukan selama ini.

"Ke depan, kebijakan moneter China akan menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi baru secara tepat waktu, dan di sisi lain menjaga stabilitas untuk menghindari jurang kebijakan," ungkap Yi dalam konferensi virtual yang diselenggarakan oleh bank sentral Hongaria, Senin (26/1/2021), seperti dikutip Bloomberg.

YI menambahkan bahwa China akan berupaya untuk mempertahankan kebijakan moneter normal selama mungkin dan menjaga kurva imbal hasil ke ke atas.

Ekonomi China mencatat pertumbuhan 2,3 persen sepanjang 2020, meskipun terjadi penurunan akibat virus corona. Capaian ini menjadikan China satu-satunya ekonomi utama yang membukukan ekspansi.

Pertumbuhan ini dilakukan tanpa adanya peningkatan besar stimulus kebijakan moneter karena para pejabat berusaha untuk tetap mengontrol tingkat utang.

Dengan pemulihan yang semakin cepat, otoritas moneter telah mengisyaratkan mereka ingin mengurangi stimulus dan mengekang tingkat utang. Yi mengatakan total rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) naik menjadi sekitar 280 persen pada akhir tahun lalu, dan dia memperkirakan akan stabil pada tahun 2021.

Bank sentral telah berjanji tidak melakukan kebijakan moneter yang signifikan karena mereka berupaya mempertahankan dukungan yang cukup terhadap sektor yang belum mencatatkan pemulihan.

Pejabat PBOC baru-baru ini mengatakan suku bunga nasional sudah sesuai, menunjukkan bahwa mereka tidak mungkin melakukan penyesuaian dalam waktu dekat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi china pboc bank sentral china

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top