Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Sentral Malaysia Pertahankan Bunga Acuan di Tengah Kebijakan Lockdown

Keputusan ini diambil di saat pemerintah Malaysia baru saja menerapkan lockdown di wilayah perbatasan dan mengucurkan paket stimulus baru senilai US$3,7 miliar.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  19:22 WIB
Bank Negara Malaysia - alumni.bnm.gov.my
Bank Negara Malaysia - alumni.bnm.gov.my

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Sentral Malaysia, Bank Negara Malaysia, mempertahankan suku bunga acuan di tengah upaya menekan penyebaran virus corona.

Bank Negara Malaysia menetapkan bunga acuan di level rendah, yaitu 1,75 persen pada rapat pertama tahun ini, sebagaimana diperkirakan 12 dari 23 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Sisanya, memproyeksikan bunga acuan dipangkas 25 basis poin.

Keputusan ini diambil di saat pemerintah Malaysia baru saja menerapkan lockdown di wilayah perbatasan dan mengucurkan paket stimulus baru senilai US$3,7 miliar untuk membantu masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Pembatasan tersebut berlangsung selama dua minggu tetapi dapat diperpanjang, kata pemerintah Malaysia, seperti dilansir Bloomberg, Rabu (20/1/2021).

Khoon Goh, kepala riset Asia ANZ Banking Group di Singapura, mengatakan terlepas dari kebijakan lockdown terbaru, Bank Sentral Malaysia telah memilih untuk menunggu sebelum memutuskan apakah akan memberikan lebih banyak dukungan kepada perekonomian.

Mata uang Malaysia, ringgit menahan kenaikan setelah keputusan tersebut, naik 0,1 persen menjadi 4,0450 per dolar, sementara obligasi pemerintah jangka pendek memperpanjang kerugian.

Indeks saham acuan negara memangkas sebagian kenaikannya, yaitu naik 0,4 persen dengan dorongan utama dari saham perbankan.

Para analis telah memangkas sebanyak 1,5 poin persentase dari perkiraan produk domestik bruto 2021 sebelumnya karena kebijakan lockdown baru.

Bernama melaporkan meski tidak separah lockdown selama dua bulan yang diberlakukan pada Maret 2020, kebijakan tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar 600 juta ringgit (US$148 juta) per hari, mengutip Menteri Keuangan Malaysia Tengku Zafrul Abdul Aziz.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia suku bunga acuan bank negara malaysia

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top