Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Rancang Aturan Baru Fintech, Tekan Ant Group dan Tencent

Bank sentral mengatakan bahwa setiap perusahaan pembayaran nonbank dengan setengah operasinya pada transaksi online atau dua entitas dengan gabungan dua pertiga saham, dapat dikenakan penyelidikan antimonopoli.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  11:12 WIB
Kantor pusat Tencent Holdings Ltd di Shenzhen, China./Bloomberg - Qilai Shen
Kantor pusat Tencent Holdings Ltd di Shenzhen, China./Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - China mengusulkan langkah-langkah untuk menekan konsentrasi pasar di industri pembiayaan online, yang berpotensi memberikan pukulan bagi raksasa teknologi keuangan Ant Group Co. dan saingan terbesarnya, Tencent Holdings Ltd.

Bank sentral mengatakan bahwa setiap perusahaan pembayaran nonbank dengan setengah operasinya pada transaksi online atau dua entitas dengan gabungan dua pertiga saham, dapat dikenakan penyelidikan antimonopoli.

Jika monopoli terkonfirmasi, bank sentral dapat menyarankan kabinet memberlakukan tindakan pembatasan termasuk memecah entitas berdasarkan jenis bisnisnya. Perusahaan yang sudah berizin akan memiliki masa tenggang satu tahun untuk mematuhi aturan baru.

Aturan tersebut menyajikan detail rencana regulator untuk menekan praktik monopoli dalam industri pembayaran online. Di China, Ant dan Tencent telah mengubah cara konsumen berbelanja melalui aplikasi seluler yang kini telah digunakan oleh 1 miliar orang.

Regulator juga berjanji akan mengawasi perusahaan secara komprehensif, dan transaksinya dengan pihak terafiliasi. Ini akan meningkatkan pengawasan terhadap setiap perubahan pada pemegang saham atau penerima manfaat di perusahaan pembayaran.

"Ini menunjukkan bahwa tidak ada kelonggaran dalam pengetatan regulasi pada bisnis fintech yang luas. Aturan itu mengisi kekosongan dalam mendefinisikan monopoli pasar di industri pembayaran China," kata Dong Ximiao, seorang peneliti di Zhongguancun Internet Finance Institute, dilansir Blooomberg, Kamis (21/1/2021).

Alibaba Group Holding Ltd., yang memegang saham di Ant Group, turun 2,1 persen di Hong Kong pada 9:32 pagi setelah reli 8,5 persen kemarin. Tencent naik 2,9 persen.

Sebelumnya, regulator mengejutkan pasar pada November dengan menangguhkan rekor penawaran umum perdana Ant milik miliarder Jack Ma. Ant telah diperintahkan untuk merombak bisnisnya dan penyelidikan antimonopoli diluncurkan terhadap afiliasi Alibaba Group Holding Ltd.

Sementara mereka berhenti meminta pembubaran Ant, bank sentral telah menekankan bahwa perusahaan perlu memahami perlunya perombakan dan membuat jadwal sesegera mungkin.

Sementara itu, Ma kemarin muncul di depan umum untuk pertama kalinya sejak China mulai menekan bisnisnya, mengakhiri beberapa bulan spekulasi tentang keberadaannya. Investor global masih mencari kejelasan tentang masa depan perusahaan fintech terbesar di dunia itu.

Pembayaran seluler hanyalah sebagian dari apa yang berkontribusi pada transaksi online, tetapi telah menjadi platform paling penting di China. Alipay, aplikasi yang dioperasikan oleh Ant, menguasai 55,6 persen pasar pembayaran seluler pada kuartal kedua tahun lalu, menurut konsultan internet iResearch. Tencent memiliki 38,8 persen saham.

Ruang untuk pertumbuhan pembayaran online menjadi terbatas setelah bertahun-tahun persaingan langsung antara Ant dan Wechat Pay milik Tencent.

Total transaksi mencapai 59,8 triliun yuan pada 30 Juni, naik 8,8 persen dari tahun sebelumnya, menurut iResearch. Angka itu turun tajam dari peningkatan masing-masing sebesar 23 persen dan 65 persen selama periode yang sama pada 2019 dan 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china fintech

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top