Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kekurangan Chip, Produksi Mobil VW di China Terpangkas Puluhan Ribu

China adalah pasar penting bagi pembuat mobil terbesar di dunia itu. Operasi China yang luas menyumbang sekitar 40 persen dari pengiriman kendaraan global dan sebagian besar keuntungan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  17:32 WIB
Volkswagen ID.3.  - Volkswagen
Volkswagen ID.3. - Volkswagen

Bisnis.com, JAKARTA - Volkswagen AG kehilangan puluhan ribu produksi mobil di China karena kekurangan pasokan chip global yang melumpuhkan industri pembuat mobil di seluruh dunia.

"[Kekurangan] Itu sudah merugikan kami pada Desember dan kami kehilangan sekitar 10.000 mobil sejak itu, karena kami kehilangan 50.000 produksi mobil pada Desember karena [kekurangan] beberapa chip," kata kepala VW di China, Stephan Wollenstein, dilansir Bloomberg, Rabu (20/1/2021).

Wollenstein mengatakan kekurangan chip terutama memengaruhi model yang menggunakan Electronic Stability Program, sebuah sistem sensor yang bekerja dengan Sistem Pengereman Anti-lock mobil untuk mencegah roda macet setelah membelok secara tak terduga. Beberapa komponen lain mungkin juga terpengaruh, meski dia tak memberikan detail lebih lanjut.

"Anda lihat betapa rentannya industri kita jika hanya satu chip yang hilang," kata Wollenstein.

Sayangnya, kekurangan ini akan berlanjut pada kuartal pertama 2021. Perusahaan sedang dalam proses menghubungi pembuat chip di seluruh dunia untuk menopang pasokan dengan lebih baik.

China adalah pasar penting bagi pembuat mobil terbesar di dunia itu. Operasi China yang luas menyumbang sekitar 40 persen dari pengiriman kendaraan global dan sebagian besar keuntungan.

Perusahaan Jerman itu kemarin menetapkan harga awal kendaraan utilitas olahraga listrik pertama yang dirakit secara lokal dengan mitranya dari China FAW Group Co. Kendaraan dihargai 199.900 yuan (US$30.800) setelah subsidi, menandai permainan untuk pasar massal seiring semakin banyaknya produsen mobil berebut pasar di China.

Produksi VW di China mengirimkan 3,85 juta mobil pada 2020 bersama dengan mitra lokalnya, turun 9,1 persen dari angka 2019 karena pandemi virus corona. Rainer Seidl, wakil presiden eksekutif Volkswagen Group China yang bertanggung jawab untuk keuangan, mengatakan prospek tahun ini lebih positif sejalan dengan pertumbuhan PDB.

Pembuat mobil di seluruh dunia telah terpukul dalam beberapa pekan terakhir oleh kekurangan semikonduktor global yang memburuk dan menyebabkan pemotongan produksi dan PHK staf. Wollenstein mengatakan dia berharap kekurangan itu akan berakhir pada Maret tetapi memperingatkan itu mungkin berlanjut hingga kuartal kedua.

Setelah meluncurkan Crozz ID.4 di China pada hari Selasa, VW kini berencana untuk mengungkap harga model ID.4 lain yang dibangun dengan mitra lokal lain, SAIC Motor Corp. Sementara model dari Tesla Inc. dan startup EV China Nio Inc., yang juga membuat mobil premium, dapat menjadi pesaing bagi merek Audi Volkswagen. Tesla mulai mengirimkan SUV Model Y buatan China awal bulan ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif china Volkswagen AG
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top