Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19, Penghuni Properti Coliving Melonjak

Rukita mengungkapkan peminat coliving pada saat pandemi melonjak hingga 2,5 kali lipat. Coliving adalah konsep tinggal di sebuah hunian bersama orang lain sebagai satu komunitas.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 17 November 2020  |  17:11 WIB
Ilustrasi properti coliving  -  Bloomberg
Ilustrasi properti coliving - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan coliving Rukita mencatat jumlah penghuni baru bertumbuh hampir 2,5 kali lipat selama pandemi Covid-19. 

Co-founder & COO Rukita Sarah Soewatdy mengatakan Rukita, perusahaan coliving, menunjukkan performa bisnis yang positif di tengah pandemi seiring dengan berkembangnya tren bekerja dari rumah (WFH) dan perilaku masyarakat yang semakin sadar biaya.

Berkembangnya tren WFH selama pandemi turut menjadikan bisnis coliving semakin populer seiring dengan meningkatnya permintaan pasar akan hunian yang aman, nyaman, dan menunjang WFH, tetapi tetap terjangkau.

Pada kuartal ketiga tahun ini, Rukita mencatat rata-rata pertumbuhan okupansi bulanan (mtm) di seluruh unit mencapai 20 persen. Sementara itu, jumlah penghuni baru bertumbuh hampir 2,5 kali lipat pada periode Juni–Oktober dibandingkan dengan periode Januari–Mei 2020.

"Pencapaian ini mendorong Rukita untuk membantu lebih banyak mitra dalam memaksimalkan propertinya pada masa-masa sulit ini," ujarnya melalui keterangan tertulis pada Selasa (17/11/2020).

Pengertian coliving, menurut Rukita, adalah sebuah konsep tinggal di sebuah hunian bersama orang lain sebagai satu komunitas.

Di tengah pandemi Covid-19, perekonomian nasional mengalami perlambatan karena menurunnya daya beli masyarakat, tak terkecuali di sektor properti residensial.

Dengan perubahan prioritas, masyarakat, terutama kaum milenial yang mencapai 60% dari total populasi Indonesia pada 2020, cenderung menunda keputusan membeli hunian dan memilih opsi menyewa yang lebih terjangkau.

"Hal ini menyebabkan bisnis hunian coliving yang menawarkan segala kemudahan dan fasilitas lengkap untuk milenial bertumbuh pesat, bahkan lebih signifikan dibandingkan dengan sebelum pandemi," paparnya.

Selain itu, respons positif terhadap platform dengan konsep ekonomi berbagi juga turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan bisnis ini.

Menurutnya, pandemi menimbulkan ketidakpastian dalam segala hal sehingga masyarakat menjadi lebih sadar biaya dan cermat mengelola keuangan.

"Kondisi tersebut menciptakan celah bagi bisnis kami untuk berkembang lebih cepat dengan penyediaan hunian coliving yang berkualitas, tetapi tetap terjangkau," kata Sarah.

Oleh karena itu, tuturnya, Rukita optimistis dapat menghadirkan solusi nyata dan kepastian bagi para pemilik properti, baik dari aspek ekonomi maupun psikologi.

"Kami menawarkan kesempatan bagi mereka untuk memaksimalkan potensi propertinya, sehingga mereka dapat tenang menjalani kehidupan sambil menikmati pendapatan pasif bebas ribet," ucapnya.

Sejak awal didirikan, Rukita menerapkan model bisnis yang berkelanjutan dengan investasi pada keahlian yang kuat dalam manajemen properti dari hulu ke hilir, meliputi pemeriksaan dan penilaian bangunan sebelum proses transformasi, pemasaran & akuisisi penghuni, operasional, pemeliharaan properti, hingga pasca-penyewaan.

Jenis kemitraan yang ditawarkan pun bersifat fleksibel sehingga mampu memberikan solusi sesuai kebutuhan masing-masing pemilik properti. Selain itu, Rukita menjamin kualitas layanannya untuk menjaga kepercayaan para mitra.

"Salah satunya dengan memastikan standar pelayanan yang konsisten di mana seluruh kegiatan operasional dijalankan dan dikelola secara cermat oleh tim internal Rukita yang telah melalui proses pelatihan yang ketat sesuai dengan bidangnya masing-masing, mulai dari housekeeping, repair & maintenance, hingga security," tuturnya.

Selama pandemi, lanjut Sarah, Rukita terus beradaptasi untuk semakin relevan dalam menjawab kebutuhan pasar melalui rangkaian inisiatif new normal yang digagas.

Untuk menciptakan hunian coliving dengan standar baru yang lebih aman dan nyaman, Rukita secara konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat di seluruh unit.

Selain itu, inovasi Rukita Workpod dihadirkan guna mengakomodasi perubahan kebutuhan perusahaan agar para karyawan dapat tetap produktif dan berkoordinasi dengan mudah layaknya bekerja di kantor.

Rukita juga menggandeng sejumlah mitra untuk memberikan nilai tambah yang dapat meningkatkan kenyamanan serta menjamin kesehatan para penghuni.

"Virtual viewing juga tersedia bagi calon penghuni yang ingin melakukan survei secara aman tanpa harus berkunjung langsung ke unit. Sederet inisiatif ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Rukita untuk memberikan pendapatan berkelanjutan dan ketenangan pikiran bagi para mitra di masa-masa sulit ini," kata Sarah.

Philip, salah satu pemilik properti yang telah bermitra dengan Rukita sejak awal 2020 menceritakan pihaknya bergabung dengan Rukita adalah bentuk kemitraan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan saya akan pengelolaan properti yang bebas ribet.

Rukita memberikan layanan yang profesional dengan tim yang kompeten dari berbagai departemen serta terbukti unggul dalam hal desain interior.

Dia mengaku merasa sangat terbantu dan dapat berfokus pada bisnis utamanya dengan pengelolaan operasional Rukita yang sehari-hari yang didukung oleh tim housekeeping, keamanan, dan siaga yang bertugas di lapangan.

“Bahkan pada saat pandemi, Rukita juga mampu mengakusisi penghuni secara maksimal dan mengimplementasikan protokol kesehatan yang ketat, sehingga saya pun dapat lebih tenang karena properti saya dikelola oleh mitra yang tepat," kata Philip.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti coliving
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top