Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sarandi Gandeng YDBA Gaet IKM Pemasok Komponen Alkes

Sarandi Karya Nugraha, manufaktur alat kesehatan yang berbasis di Sukabumi, menggandeng Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk memperkuat pasokan komponen dari industri kecil dan menengah (IKM) untuk memperkuat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  16:25 WIB
Sarandi KN. Selain menangkap peluang pasar domestik, manufaktur yang berbasis di Sukabumi ini telah mengekspor produknya. Sarandi juga memasok World Health Organization (WHO) untuk didistribusikan ke beberapa negara di Asia dan Afrika.  - Sarandi KN
Sarandi KN. Selain menangkap peluang pasar domestik, manufaktur yang berbasis di Sukabumi ini telah mengekspor produknya. Sarandi juga memasok World Health Organization (WHO) untuk didistribusikan ke beberapa negara di Asia dan Afrika. - Sarandi KN

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sarandi Karya Nugraha, manufaktur alat kesehatan yang berbasis di Sukabumi, menggandeng Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk memperkuat pasokan berbagai komponen dari kalangan industri kecil dan menengah (IKM) untuk memperkuat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Komitmen kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatangan naskah kesepahanan kerja sama yang dilakukan oleh Pemilik PT Sarandi Karya Nugraha Isep Gojali, dan Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala, Jumat (30/10/2020).

Dalam kolaborasi itu, PT Sarandi berkomitmen untuk memberikan order kepada UMKM binaan YDBA yang produknya telah mencapai standar quality, cost dan delivery (QCD) yang ditetapkan oleh pabrikan.

Adapun YDBA berkomitmen memberikan rekomendasi UMKM binaan yang kompeten membuat produk dengan standar QCD serta memberikan pembinaan manajerial dan teknis kepada UMKM binaan melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi pembiayaan sehingga berkembang dan menghasilkan produk sesuai QCD yang dibutuhkan.

"Tantangan terbesar UMKM untuk jadi pemasok adalah adalah soal kualitas, dan dari sisi harga. Merek enggak bisa ngitung harga. Ya, kami bina pelan-pelan. Kami yakini binaan YDBA seperti yang kami alami itu menjaga kualitas," ujar Isep Gojali dalam talkshow seusai penandatangan Mou.

PT Sarandi Karya Nugraha yang didirikan pada 12 November 1997 saat ini memiliki beragam produk alat kesehatan, yang mencakup kategori bedah, kategori perawatan, kategori dukungan medis, dan kategori darurat.

Dalam posisi produk, Sarandi KN berfokus pada dua segmen pasar, yakni segmen menengah bawah dengan merek Karixa, dan segmen menengah-atas dan ekspor dengan merek SKN Medical.

Sejauh ini produk Sarandi KN telah dibeli oleh rumah sakit pemerintah di Indonesia melalui tender Kementerian Kesehatan, sedangkan sisanya sekitar 10% telah dipasarkan untuk sektor swasta dan pasar luar negeri.

Untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri, Sarandi KN memiliki perwakilan bisnis di Amsterdam dan Dubai, dan sekarang mendekati pasar Amerika melalui kerja sama bisnis di Kanada. Produk KN Sarandi juga telah diekspor ke Yaman, Mauritius, Aljazair, dan Arab Saudi, dengan penjualan melalui distributor internasional untuk negara-negara lain di Asia.

Dia mengakui sebagian komponen produknya masih diimpor. Padahal, menurutnya, sumber daya lokal memiliki potensi cukup besar. Dengan adanya pasokan dari IKM melalui dukungan YDBA diharapkan kandungan dalam negeri produknya semakin meningkat.

Sigit P. Kumala mengatakan YDBA telah menyiapkan sedikitnya 10 UMKM binaan untuk menjadi pemasok PT Sarandi Karya Nugraha. Mereka tersebar di sejumlah tempat, seperti Bogor, Tegal, Solo, dan Yogyakarta.

"Mereka telah diberi kesempatan untuk penawaran atas sample yang diberikan Sarandi KN. Saya apresiate kepada pak Ghozali yang memberi kesempatan anak muda, untuk memberikan ordernya kepada UMKM," ujarnya.

Sigit berharap UMKM pemasok tersebut nantinya bisa naik kelas dan dapat melakukan hal yang sama, yaitu membantu UMKM lainnya.

Penandatanganan naskah kesepahaman kerja sama Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dengan PT Sarandi Karya Nugraha (Sarandi) dilakukan oleh Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala, dan Pemilik PT Sarandi Isep Gojali, disaksikan Sekretaris Pengurus YDBA Ida R. M. Sigalingging dan Bendahara Pengurus YDBA Handoko Pranoto, Jumat (30/10/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat kesehatan alkes impor ydba astra
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top