Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPTJ Dukung Kebiasaan Bersepeda saat Pandemi Covid-19

BPTJ melakukan beberapa upaya untuk menggencarkan penggunaan sepeda masyarakat sebagai gaya hidup.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  15:55 WIB
Sejumlah warga beraktivitas menggunakan sepeda di depan gedung BNI, Jakarta.  - Dokumen BNI
Sejumlah warga beraktivitas menggunakan sepeda di depan gedung BNI, Jakarta. - Dokumen BNI

Bisnis.com, JAKARTA - Selama masa Pandemi Covid-19, masyarakat kian sadar bahwa penggunaan sepeda sebagai alat transportasi bukan sekadar hobi atau memenuhi gaya hidup, tapi juga bisa bermanfaat untuk mendukung mobilitas.

Kini, masyarakat kian terbiasa menjadikan sepeda sebagai alat transportasi alternatif, terutama untuk jarak-jarak yang masih terjangkau. Kepala BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) Kemenhub (Kementerian Perhubungan) Polana B. Pramesti menilai banyaknya masyarakat yang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi merupakan fenomena yang positif.

“Karena itu, BPTJ akan mengupayakan kebiasaan bersepeda masyarakat yang mulai tumbuh menjadi budaya bersepeda,” ujarnya seperti keterangan resmi yang dikutip, Kamis (15/10/2020).

Lebih lanjut Polana mengatakan, antusiasme masyarakat yang tinggi dalam bersepeda tidak hanya terkait dengan masalah kesehatan selama masa pandemi, tapi juga menyangkut pada sistem transportasi massal perkotaan.

Dalam sistem transportasi massal, kata Polana, bersepeda dan berjalan kaki merupakan bentuk dari Non Motorized Transportation (NMT) yang digunakan pada tahapan first mile dan last mile saat berproses menggunakan transportasi publik.

”Pemanfaatan Non Motorized Transportation akan mendatangkan benefit kesehatan secara publik maupun personal. Secara publik akan mengurangi polusi dan secara personal akan meningkatkan gerak tubuh untuk kesehatan,” tutur dia.

Menurut Polana, secara garis besar ada tiga manfaat utama NMT dengan bersepeda. Pertama, manfaat lingkungan hidup karena bisa menghemat BBM (bahan bakar minyak), mengurangi polusi udara dan kemacetan.

Dalam pengembangan sistem transportasi perkotaan di dunia, NMT menjadi bagian transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan merupakan alternatif transportasi yang lazim dikembangkan. Kedua, manfaat ekonomi karena efisien biaya transportasi dan kemacetan, efisien biaya kesehatan, dan efisien kebutuhan parkir.

Ketiga, manfaat sosial dan kesehatan, karena meningkatkan kualitas kesehatan, penurunan angka kecelakaan, peningkatan kualitas hubungan sosial dan peningkatan karakter (disiplin, mandiri dan tidak mudah menyerah).

Sementara itu salah satu upaya untuk mendorong kebiasaan bersepeda menjadi budaya bersepeda itu adalah dengan memfasilitasi penyediaan bagasi gratis bagi sepeda lipat pada bus JR Connexion.

Pengamat perencanaan wilayah Yayat Supriatna mengapresiasi upaya BPTJ mendorong operator bus JR Conn menyediakan bagasi gratis untuk penumpang yang membawa sepeda lipat. Rencana tersebut merupakan respon sekaligus inovasi yang tepat dari BPTJ dalam melihat fenomena yang berkembang serta kebutuhan masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top