Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kereta Cepat Diperpanjang hingga Surabaya, MTI: Perlu Kajian Lagi

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai rencana perpanjangan rute kereta cepat hingga ke Surabaya membutuhkan kajian lagi agar tidak menimbulkan risiko pemborosan investasi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 03 September 2020  |  15:30 WIB
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Wacana memperpanjang rute kereta cepat Jakarta-Bandung ke Surabaya agaknya perlu ditunda dengan membuat pertimbangan secara matang terlebih dahulu.

Pasalnya, sudah ada kereta semi cepat yang mungkin membagi permintaan pengguna serta pemindahan ibukota yang dapat membuat permintaan ke Jakarta menjadi lebih rendah.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan rencana ini tidak bisa serta merta digaungkan begitu saja. Perlu ada kajian mendalam terkait kemungkinan permintaan penggunanya di masa depan.

"Pertimbangannya mau bangun kereta semi cepat dahulu dengan rute Jakarta-Surabaya, ada kereta cepat dan semi cepat khawatirnya demand terbagi," ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (2/9/2020).

Lebih lanjut, menurutnya, jika PT KCIC berminat memperpanjang rute kereta cepatnya tidak hanya dari Jakarta ke Bandung saja. Paling mungkin rute kereta cepat diperpanjang ke Cirebon, sehingga rutenya menjadi Jakarta-Bandung-Cirebon.

Dia menegaskan jika kereta cepat diperpanjang ke Surabaya membutuhkan pertimbangan sangat matang, jangan sampai terlalu banyak investasi yang keluar tetapi hasilnya tidak maksimal terjadilah pemborosan.

"Kalau Bandung-Surabaya perlu pertimbangan masak-masak jangan sampai terlalu banyak investasi, apalagi ibukota juga pindah, berpengaruh juga ini karena mobilitas ke Jakarta berkurang, karena ke Jakarta itu untuk kerja," paparnya.

Dia menyebut pengguna penerbangan ke DKI Jakarta sebanyak 62 persen untuk tujuan perjalanan dinas, karena alasan utama DKI Jakarta sebagai ibu kota. Ketika status ini hilang, pendatang pun akan berpindah ke ibu kota baru.

Djoko menuturkan hingga kini kereta semi cepat Jakarta-Surabaya saja belum berjalan pembangunannya, sehingga permintaannya harus dilihat terlebih dahulu, jangan sampai saling bertabrakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi Kereta Cepat
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top