Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dikritik DPR, Kementerian ESDM Revisi Anggaran

Raker ditutup dengan kesimpulan Komisi VII DPR RI sepakat dengan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM untuk melakukan penyesuaian alokasi anggaran 2020 sesuai dengan kesepakatan pimpinan dan anggota Komisi VII DPR RI dan disampaikan pada rapat dengar pendapat pada rabu 24 juni 2020 pukul 10.00 WIB.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  18:12 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial. Dok. Kementerian ESDM
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial. Dok. Kementerian ESDM

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali merevisi anggaran belanja 2020 setelah mendapat kritikan dari Dewan Perwakilan Rakyat. .

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan pihaknya bakal menghitung ulang anggaran belanja 2020.

Pihaknya bakal lebih mengefisiensikan anggaran tanpa harus memotong anggaran proyek-proyek yang strategis untuk kepentingan masyarakat.

"Kami minta waktu 1 hari besok pagi datang dengan proporsal kami," katanya dalam Raker dengan Komisi VII DPR, Selasa (23/6/2020).

Anggota Komisi VII dari Fraksi Golongan Karya, Alex Nurdin mengatakan bahwa pihaknya mendesak Kementerian ESDM untuk merevisi anggaran belanja 2020.

Pasalnya, dalam perubahan anggaran belanja 2020 Kementerian ESDM, sejumlah program kegiatan infrastruktur terdampak yang berujung pembatalan proyek.

Adapun, Raker tersebut ditutup dengan kesimpulan Komisi VII DPR RI sepakat dengan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM untuk melakukan penyesuaian alokasi anggaran 2020 sesuai dengan kesepakatan pimpinan dan anggota Komisi VII DPR RI dan disampaikan pada rapat dengar pendapat pada hari rabu tanggal 24 juni 2020 pada pukul 10.00 WIB.

Poin kedua, Komisi VII DPR RI sepakat dengan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM bahwa hasil keputusannya akan ditetapkan oleh Menteri ESDM pada Rapat Kerja Rabu 25 juni 2020 pukul 11.00 WIB.

"Nah, kami mau ini ada diangka semula. Setidaknya 80 persen. Misalnya buat konverter kit nelayan itu kan sebenernya juga buat membangkitkan ekonomi mereka. Jargas juga misalnya, rakyat miskin itu banyak di kota. Jargas jangan dikurangi," katanya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan terdapat beberapa program yang terdampak dan harus dilanjutkan pada tahun depan seperti proyek jaringan gas rumah tangga yang sebelumnya ditargetkan 266.070 SR dipangkas 138.206 SR menjadi 127.864 tahun ini.

Sementara itu, program konverter kit untuk nelayan sebanyak 40.000 paket, petani 10.000 paket dan konversi minyak tanah ke LPG  3 kg sebanyak 526.616 paket untuk tahun ini seluruhnya dibatalkan.

Untuk kegiatan infrastruktur EBTKE, kegiatan rooftop perkantoran atau gedung sosial atau rumah ibadah yang ditargetkan 800 unit pada tahun ini dipangkas menjadi 100 unit.

Kegiatan infrastruktur penerangan jalan umum tenaga surya (PJU TS) yang ditargetkan 45.000 titik dipangkas menjadi 16.800 titik tahun ini, sedangkan kegiatan infrastruktur biogas komunal dan PLTS penunjang tugas kementerian lembaga seluruhnya dibatalkan tahun ini. Sementera kegiatan infrastruktur revitalisasi PLT EBT dari 24 unit dipangkas menjadi 7 unit.

Awalnya, Anggaran Belanja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk 2020 dipangkas sebesar Rp3,5 triliun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menjelaskan pemangkasan tersebut sebagai pemenuhan kebutuhan anggaran Covid-19 secara nasional sesuai Surat Menteri Keuangan Nomor S-302/MK.02/2020 pada 15 April 2020.

Adapun, pagu awal anggaran belanja Kementerian ESDM dalam APBN 2020 yakni senilai Rp9,66 triliun dan dikurangi pemotongan senilai Rp3,54 triliun ditambah dari reward atas kinerja kementerian pada 2019 Rp80 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anggaran kementerian esdm
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top