Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Target Investasi Hutama Karya di Bidang Infrastruktur

Perseroan bakal memfokuskan diri dalam penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra.
GEDUNG BUMN HUTAMA KARYA. Bisnis/Arief Hermawan P
GEDUNG BUMN HUTAMA KARYA. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) mengungkapkan strategi investasi di bidang infrastruktur ke depan. Perseroan bakal berfokus pada penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra.

Seperti diketahui, Budi Harto telah ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) menggantikan Bintang Perbowo yang telah menjabat sejak 2018.

Senior Executive Vice President (SEVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan mengatakan target proyek yang dikerjakan PT Hutama Karya (Persero) adalah fokus pada penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) di tahun 2024.

"Total investasi yang dibutuhkan sebesar Rp476 miliar dimana porsi ekuitas sebesar Rp343 miliar atau 72 persen dari total Investasi, dan porsi loan sebesar Rp133 Miliar atau 28 persen dari total investasi," jelas Fauzan kepada Bisnis, Selasa (9/6/2020)

Lebih lanjut, katanya, pembiayaan JTTS sendiri bersumber dari penyertaan modal negara (PMN) dan juga dari pinjaman perbankan nasional maupun multinasional.

"Kami melihat terdapat appetite positif terkait pendanaan multinasional terhadap ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatra khususnya ruas-ruas yang mampu memberikan economic multiplier effect melalui pembangunan kawasan industri dan juga ruas-ruas yang berdekatan dengan proyek-proyek strategis nasional lainnya," jelasnya.

Fauzan menambahkan salah satu langkah yang Hutama Karya lakukan untuk melakukan diversifikasi pembiayaan Jalan Tol Trans Sumatra yaitu melalui penerbitan Global Bond.

Hutama Karya telah meningkatkan belanja modal (capex) di tahun 2020 sebesar Rp31,9 triliun atau naik 16,19 persen dibandingkan realisasi tahun 2019 sebesar Rp27,4 triliun.

"Pada Triwulan I 2020, Hutama Karya telah merealisasikan Capex sebesar Rp3,56 triliun atau sebesar 11,16 persen dari target 2020," katanya.

Selain fokus pada penyelesaian proyek Jalan Tol Trans Sumatra, Fauzan mengatakan Hutama Karya juga membidik beberapa proyek seperti pembangunan bandara, PLTU, pembangunan gedung, dan beberapa proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Seperti diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menawarkan beberapa proyek di sektor jalan, jembatan, dan sumber daya air dengan skema KPBU. Saat diminta tanggapannya terkait proyek infrastruktur tersebut, Fauzan mengatakan Hutama Karya perlu mempertimbangkan beberapa hal.

"Pada prinsipnya Hutama Karya berminat mengikuti proses lelang tersebut namun karena menggunakan sistem KPBU, bagi HK perlu dipertimbangkan aspek komersial disamping aspek teknis yang sudah disampaikan. Di samping itu juga, masih diperlukan pertimbangan alokasi sumber daya panjangnya durasi proses pelelangan," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Agne Yasa
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper